GLOBALSULTENG.COM – Jasa Raharja meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi layanan digital perusahaan dan kepemimpinan dalam mendorong transformasi teknologi.
Jasa Raharja meraih predikat Best Digital Customer Experience of the Year 2026 – National Champion. Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menerima penghargaan The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of the Year 2026 – National Champion.
IDTI Awards diinisiasi media ekonomi BusinessUpdate.id bersama BRAIN IPB untuk mengapresiasi perusahaan dan pemimpin yang dinilai berhasil mengembangkan inovasi digital, transformasi, serta keberlanjutan.
Awaluddin mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Jasa Raharja untuk terus mengembangkan teknologi yang mempermudah masyarakat mengakses layanan, terutama perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
“Teknologi harus membantu warga memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan jelas, terutama ketika mereka membutuhkan perlindungan dasar saat mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Awaluddin, Kamis (5/11/2026).
Dalam menjalankan transformasi digital, Jasa Raharja mengintegrasikan proses bisnis, data, layanan, dan pengambilan keputusan. Sistem perusahaan juga terhubung dengan sejumlah mitra, seperti kepolisian, rumah sakit, Samsat, lembaga keuangan, dan instansi terkait.
Baca juga: BRI Bekali Atlet Peraih Medali dengan Edukasi Pengelolaan Keuangan
Jasa Raharja mengembangkan sejumlah layanan digital, di antaranya JR Care, JR Connect, dan MyJasfren. Perusahaan juga memanfaatkan otomatisasi serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu verifikasi dokumen, analisis data, pemeriksaan pengajuan santunan, hingga memprediksi penerimaan sumbangan wajib.
Implementasi teknologi tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan keamanan, perlindungan data, pengendalian akses, dan tata kelola sistem.
Hingga 2026, pengembangan layanan digital mencakup perluasan akses masyarakat, validasi data Samsat dengan bantuan AI, serta pemanfaatan dasbor untuk memantau kinerja operasional.
Jasa Raharja juga telah menyusun peta jalan transformasi digital 2026–2030. Tahapannya mencakup penguatan fondasi dan integrasi sistem, peningkatan kemampuan analitik, hingga pengembangan layanan yang lebih adaptif.
Awaluddin menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari teknologi yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya pada sistem yang dibangun, melainkan pada kemudahan masyarakat saat mengakses layanan dan kepastian saat membutuhkan bantuan,” katanya.
Jasa Raharja berharap pengembangan teknologi tersebut dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.












