GLOBALSULTENG.COM – Sebanyak 984 orang berusia 25-54 tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat. Jasa Raharja mencatat total santunan untuk kelompok usia produktif tersebut mencapai Rp19,19 miliar.
Direktur Keuangan Jasa Raharja, Dwi Ary Purnomo, mengatakan tingginya jumlah korban pada usia produktif perlu menjadi perhatian serius karena kecelakaan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Kelompok usia 25-29 tahun mencatat korban terbanyak, yakni 194 orang. Disusul usia 40-44 tahun sebanyak 169 orang, usia 45-49 tahun sebanyak 167 orang, dan usia 30-34 tahun sebanyak 161 orang.
Secara keseluruhan, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp58,95 miliar di Sumatera Barat hingga September 2026. Jumlah itu terdiri atas Rp25,31 miliar untuk korban meninggal dunia dan Rp33,64 miliar bagi korban luka-luka.
Dwi Ary mengatakan pencegahan kecelakaan perlu diperkuat untuk menekan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Baca juga: Mengaku Petugas Bank dan Minta Kode OTP, BRI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing
Ia mendorong gerakan disiplin keselamatan berkendara melalui edukasi dan kampanye yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, serta pemangku kepentingan transportasi.
“Kita harus menjadi bagian dari pencegahan kemunduran ekonomi nasional akibat maraknya angka kecelakaan di jalan raya. Gerakan budaya disiplin keselamatan berkendara ini akan kita masifkan di seluruh Indonesia,” kata Dwi Ary saat bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Rabu (28/10/2026).
Jasa Raharja juga mendorong kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperluas edukasi keselamatan hingga tingkat komunitas dan menjangkau wilayah di luar perkotaan.
Menurut Dwi Ary, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian santunan setelah kecelakaan. Upaya pencegahan harus diperkuat agar semakin banyak masyarakat terhindar dari risiko kecelakaan lalu lintas.













