Seputar Sulteng

PT Vale Dorong Kemandirian Ekonomi, Warga Morowali Dilatih Olah Rempah Jadi Produk Usaha

Global Sulteng
×

PT Vale Dorong Kemandirian Ekonomi, Warga Morowali Dilatih Olah Rempah Jadi Produk Usaha

Sebarkan artikel ini
PT Vale Dorong Kemandirian Ekonomi, Warga Morowali Dilatih Olah Rempah Jadi Produk Usaha
Kelompok binaan PT Vale Indonesia Tbk kini menularkan pengetahuan kepada masyarakat lain di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Kelompok binaan PT Vale Indonesia Tbk kini menularkan pengetahuan kepada masyarakat lain di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Melalui Perkumpulan Petani SRI Organik Morowali (PEPSOLI) dan Galeri Bansala, warga Desa Bahoearekoreko, Kecamatan Bungku Barat, belajar mengolah rempah lokal menjadi teh serai dan serundeng lengkuas.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Pendampingan tersebut berlangsung melalui Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Airlangga.

Kegiatan ini berlangsung dalam tiga sesi pelatihan pada 24 September, 5 Oktober, dan 26 Oktober 2026.

Dalam pelatihan itu, masyarakat mempelajari pengolahan bahan baku rempah, teknik produksi pangan yang higienis, pengemasan, hingga perhitungan harga pokok produksi (HPP).

Materi tersebut menjadi bekal bagi warga untuk mengembangkan produk lokal menjadi usaha bernilai ekonomi.

Keterlibatan PEPSOLI dan Galeri Bansala bukan kali pertama dalam program tersebut. Kedua kelompok sebelumnya memperoleh penguatan kapasitas melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Herbal yang didukung PT Vale Indonesia.

Kini, pengalaman yang mereka peroleh tidak hanya dimanfaatkan untuk mengembangkan kelompok sendiri, tetapi juga dibagikan kepada masyarakat di desa lain.

Baca juga: Transaksi Qlola BRI Tembus Rp12.046 Triliun, Pengguna Tumbuh 32 Persen

Ketua Pelaksana Program Ekspedisi Patriot, Abdurrahman Addakhil, mengatakan PEPSOLI telah terlibat dalam pendampingan sejak pelatihan pertama hingga ketiga.

Kolaborasi tersebut turut menghubungkan masyarakat Bungku Timur dan Bungku Barat dalam pengembangan pertanian organik serta pengolahan hasil panen.

“Kehadiran mereka tidak hanya membantu proses pelatihan, tetapi juga membangun kolaborasi antara Bungku Timur dan Bungku Barat dalam pengembangan pertanian organik, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah,” ujar Abdurrahman.

Kepala Desa Bahoearekoreko, Jannati Asrif, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia menilai pengetahuan yang diberikan dapat membuka peluang usaha baru dengan memanfaatkan potensi rempah yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan.

Menurut dia, program juga perlu melahirkan kelompok yang mampu membagikan pengetahuan kepada komunitas lain.

“Ketika kelompok binaan dipercaya untuk mendampingi komunitas lain dan menjadi bagian dari proses pembangunan masyarakat, di situlah keberlanjutan program benar-benar terwujud,” kata Endra.

Melalui kolaborasi tersebut, PT Vale berharap penguatan kapasitas masyarakat dapat berkembang menjadi manfaat yang lebih luas.

Pengolahan rempah lokal menjadi salah satu upaya membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.