Ekonomi

PT Vale Latih 35 Pemuda Luwu Timur Jadi Operator Alat Berat Bersertifikat

Global Sulteng
×

PT Vale Latih 35 Pemuda Luwu Timur Jadi Operator Alat Berat Bersertifikat

Sebarkan artikel ini
PT Vale Latih 35 Pemuda Luwu Timur Jadi Operator Alat Berat Bersertifikat
PT Vale Indonesia Tbk melatih 35 angkatan kerja lokal dari wilayah pemberdayaan Blok Sorowako untuk menjadi operator alat berat bersertifikat guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di sektor industri. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk melatih 35 angkatan kerja lokal dari wilayah pemberdayaan Blok Sorowako untuk menjadi operator alat berat bersertifikat guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di sektor industri.

Peserta berasal dari Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat tersebut dibuka di Sorowako, Luwu Timur, dan akan dilanjutkan dengan pelatihan intensif selama satu bulan di Palopo Skill Centre.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan pengoperasian alat berat jenis excavator dan dump truck, termasuk pemahaman mengenai standar keselamatan kerja yang berlaku di industri.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja yang membutuhkan keterampilan teknis dan sertifikasi profesi.

“Peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap memasuki dunia kerja,” kata Yusri, 24 Juni 2026.

Baca juga: Bank Sulteng dan Bank Sulselbar Bahas Pengembangan Layanan Digital Perbankan

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta yang dinyatakan kompeten akan mengikuti uji sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki peserta di bidang pengoperasian alat berat.

Salah satu peserta asal Wasuponda, Nur Fadilah, mengaku tertarik mengikuti program tersebut untuk menambah keterampilan dan memperbesar peluang kerja di kawasan industri pertambangan.

“Saya ingin memiliki kompetensi tambahan yang dapat membuka peluang kerja lebih luas, terutama sebagai putri daerah yang tinggal di kawasan pertambangan,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat PT Vale di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

PT Vale berharap pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi ini bisa menjadikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri serta lebih mudah terserap di dunia kerja.