GLOBALSULTENG.COM, PALU – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan meminta perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam membangun literasi kebencanaan di masyarakat.
Menurutnya, ketahanan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada pemahaman masyarakat yang dibangun sejak usia dini.
Fauzan menilai edukasi kebencanaan di Indonesia masih perlu diperkuat, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Kata Fauzan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengubah hasil riset menjadi pengetahuan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan masyarakat.
“Edukasi kepada peserta didik sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut,” ujar Fauzan saat meninjau kondisi pascagempa dan progres pembangunan Nalodo Research Center di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Minggu, 21 Juni 2026.
Baca juga: Wamendiktisaintek Dorong Nalodo Research Center Jadi Pusat Studi Gempa Indonesia Timur
Fauzan menjelaskan, hasil penelitian mengenai karakteristik gempa tidak boleh berhenti sebagai kajian ilmiah. Riset harus diterjemahkan menjadi materi edukasi yang sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat mengetahui langkah yang tepat saat menghadapi bencana.
Olehnya, kampus perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dan komunitas untuk memperluas literasi kebencanaan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad Aiyen mengatakan pembangunan Nalodo Research Center telah mencapai sekitar 96 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Selain menjadi pusat penelitian gempa dan mitigasi bencana, fasilitas tersebut akan dilengkapi ruang simulasi interaktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelajar.
“Nalodo Research Center tidak hanya menjadi pusat penelitian, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap risiko bencana,” jelas Aiyen.













