Ekonomi

OJK Sulteng Latih Nelayan Tolitoli Kelola Keuangan, Siapkan Kampung Nelayan Merah Putih

Global Sulteng
×

OJK Sulteng Latih Nelayan Tolitoli Kelola Keuangan, Siapkan Kampung Nelayan Merah Putih

Sebarkan artikel ini
OJK Sulteng Latih Nelayan Tolitoli Kelola Keuangan, Siapkan Kampung Nelayan Merah Putih
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menyiapkan masyarakat pesisir menghadapi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, TOLITOLI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menyiapkan masyarakat pesisir menghadapi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Langkah itu dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) bagi nelayan dan warga Desa Banagan, Kabupaten Tolitoli, guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal ketika Kampung Nelayan Merah Putih mulai beroperasi.

Desa Banagan merupakan salah satu dari 65 lokasi calon Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I yang disiapkan pemerintah secara nasional. Lokasi itu masuk dalam wilayah kerja Kantor OJK Sulteng.

Meski pembangunan KNMP masih dalam tahap persiapan, OJK lebih dulu melakukan proses inkubasi melalui edukasi keuangan kepada nelayan dan masyarakat setempat.

Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya perluasan akses layanan keuangan dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif yang bersinergi dengan Kampung Nelayan Merah Putih, nelayan didorong memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan tabungan, asuransi, hingga mengakses pembiayaan produktif untuk mengembangkan usaha,” kata Bonny, Sabtu, 11 Juli 2026.

Dia berharap nelayan tidak hanya memiliki kemampuan dalam mencari hasil tangkapan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara lebih baik sehingga usaha mereka menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan.

Baca juga: Menjaga Keindahan Kepulauan Togean dari Ancaman Illegal Fishing

Sebelum pelatihan digelar, OJK lebih dahulu melakukan survei terhadap nelayan dan masyarakat Desa Banagan. Hasilnya menunjukkan sebagian besar nelayan masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan produk dan layanan industri jasa keuangan, termasuk layanan keuangan digital.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan di tengah berkembangnya transformasi digital pada sektor keuangan.

Melalui pelatihan itu, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk perbankan, asuransi, pembiayaan produktif, layanan keuangan digital, hingga perlindungan konsumen.

OJK juga menargetkan para peserta menjadi agen literasi keuangan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat pesisir lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi menjangkau lebih banyak warga di Desa Banagan secara berkelanjutan.

Ke depan, OJK Sulteng akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan untuk mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus menyukseskan implementasi Program KNMP di Sulawesi Tengah.