Ekonomi

ERB 2026 Sulteng, Bank Indonesia Bawa Rp12,24 Miliar ke Lima Pulau 3T

Global Sulteng
×

ERB 2026 Sulteng, Bank Indonesia Bawa Rp12,24 Miliar ke Lima Pulau 3T

Sebarkan artikel ini
ERB 2026 Sulteng, Bank Indonesia Bawa Rp12,24 Miliar ke Lima Pulau 3T
Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelepasan tim ekspedisi dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Muhamad Irfan Sukarna di Pelabuhan Loji, Kabupaten Parimo, Selasa 7 Juli 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Bank Indonesia mendistribusikan uang layak edar ke lima pulau, diantarnya Kepulauan Wakai-Walea-Salakan-Banggai-Bokan senilai Rp12,24 miliar. Jumlah ini meningkat 12 persen dari ERB 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna mengatakan pelaksanaan ERB merupakan kerja sama antara BI dan TNI AL untuk memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T) memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.

“Alhamdulillah kerja sama dengan TNI AL sudah berjalan dari tahun 2012 dalam mendukung pengedaran rupiah di wilayah 3T. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memperluas akses layanan keuangan,” ucapnya.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Palu, Pemkot Catat Surplus Rp42,76 Miliar APBD 2025

Irfan menjelaskan, ERB di Sulteng akan berlangsung dari tanggal 7 sampai 13 Juli 2026 menggunakan KRI Lumba-lumba 881 milik TNI AL.

Selain membawa uang layak edar, tim ekspedisi akan menggelar edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, pemberian bantuan paket sembako, pemenuhan gizi anak dan pemeriksaan kesehatan gratis di pulau-pulau yang nantinya akan di singgahi.

Irfan menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai di wilayah terpencil sangat penting, meski transaksi non tunai terus berkembang.

“Jadi kita berjalan beriringan yang non tunai (qris) tetap kita galakan, hanya saja di beberapa wilayah tertentu uang tunai teta diperlukan,” ujarnya.

Diketahui, pelepasan tim ekspedisi dihadiri juga oleh Asisten II Pemprov Sulteng, Danrem 132/Tadulako, Danlanal Palu, Bupati Parimo, Anggota DPRD Sulteng, Dirpolairud, Kapolres Parimo dan unsur forkopimda lainnya.