GLOBALSULTENG.COM – BRI mengingatkan nasabah agar tidak memberikan kode one-time password (OTP), PIN, maupun kata sandi kepada penelepon yang mengaku sebagai petugas bank.
Modus penipuan melalui panggilan telepon atau voice phishing (vishing) ini menyasar data rahasia perbankan dengan memanfaatkan kepanikan nasabah.
Pelaku biasanya menghubungi korban dengan alasan menemukan transaksi mencurigakan atau akan memblokir rekening demi keamanan.
Mereka kemudian menawarkan bantuan untuk mengamankan rekening dan meminta kode OTP dengan dalih sebagai bagian dari proses verifikasi.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, bank tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau saluran komunikasi lainnya.
“BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya,” kata Dhanny, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan BRI terus memperkuat sistem keamanan dan edukasi agar nasabah mampu mengenali berbagai modus penipuan.
Baca juga: Jasa Raharja Perkuat Peran Pencegahan, Intervensi 875 Titik Rawan Kecelakaan
Menurut dia, pelaku kerap menggunakan bahasa yang sopan dan meyakinkan untuk membangun kepercayaan sekaligus mendesak korban mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi.
BRI mengimbau nasabah segera mengakhiri panggilan mencurigakan dan memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi.
Nasabah juga diminta memantau aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo serta mengaktifkan notifikasi transaksi.
Jika telanjur memberikan data rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal, nasabah diminta segera melapor kepada BRI.
Nasabah dapat memeriksa informasi layanan melalui situs bri.co.id, Contact BRI 1500017, WhatsApp Sabrina 0812 1214 017, atau menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.
Dhanny juga mengingatkan nasabah agar tidak membuka tautan maupun memasang aplikasi yang diarahkan oleh penelepon mencurigakan. Aplikasi BRI hanya boleh diunduh dan diperbarui melalui sumber resmi.
“Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi,” ujarnya.













