GLOBALSULTENG.COM – Direktur Utama (Dirut) Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, meminta seluruh insan perusahaan mempercepat pelayanan kepada korban kecelakaan dan keluarga yang ditinggalkan dengan mengedepankan kepastian, koordinasi dan empati.
Hal itu disampaikan Awaluddin dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Jasa Raharja, Rabu (28/10/2026).
Dia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Semangat kebangsaan pada akhirnya harus terlihat dari apa yang kita lakukan dan manfaat yang kita hadirkan bagi masyarakat,” ujar Awaluddin.
Menurut dia, nilai patriotik, gigih, dan berempati yang diusung dalam tema peringatan tahun ini, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, perlu tercermin dalam budaya kerja dan kualitas pelayanan perusahaan.
Awaluddin menyoroti pentingnya empati dalam melayani korban kecelakaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak dibebani persoalan koordinasi internal antarunit kerja.
“Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan, persoalan koordinasi internal bukanlah sesuatu yang seharusnya mereka tanggung,” kata Dirut Jasa Raharja.
Baca juga: Jasa Raharja Perkuat Pencegahan Kecelakaan Jelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
Ia menambahkan, kualitas pelayanan tidak cukup dibangun oleh satu bagian. Kantor pusat, kantor wilayah, dan seluruh unit kerja perlu bergerak sebagai satu kesatuan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang terpadu.
“Keberhasilan satu bagian belum cukup apabila keseluruhan pelayanan masih menyisakan persoalan,” tegasnya.
Selain memperkuat koordinasi, Awaluddin mendorong insan Jasa Raharja terus memperbaiki cara kerja melalui pemanfaatan teknologi, penggunaan data, dan kolaborasi.
Setiap pegawai juga diharapkan berani mengidentifikasi persoalan serta mengusulkan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia secara khusus menekankan peran generasi muda dalam mendorong perubahan. Menurut dia, anak muda dapat berkontribusi melalui gagasan dan tindakan nyata tanpa harus menunggu menduduki jabatan tertentu.
Sementara itu, pegawai yang lebih berpengalaman diharapkan menjadi teladan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan mengambil tanggung jawab lebih besar.
Awaluddin berharap peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Jangan sampai kita hanya mewarisi semangat para pemuda terdahulu sebagai cerita. Warisilah keberanian mereka sebagai tindakan,” ujarnya.













