GLOBALSULTENG.COM – Mawiyah membuktikan status sebagai ibu rumah tangga bukan penghalang untuk memiliki penghasilan sendiri. Dari berjualan secara daring, perempuan asal Sepaku, Kalimantan Timur, itu kini mengelola kedai di depan rumah.
Mawiyah mulai merintis usaha pada 2023. Pada tahun yang sama, ia bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dan menggunakan pembiayaan yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya.
Setahun kemudian, ia membuka kedai sederhana yang menjual aneka minuman, jus, jajanan, dan gorengan.
“Alhamdulillah, usaha semakin berkembang. Dari yang awalnya hanya berjualan online, pada tahun 2024 saya mulai membuka kedai di depan rumah,” ujar Mawiyah, Rabu, 16 September 2026.
Usaha tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarganya. Mawiyah mengaku tetap menghadapi naik turunnya penghasilan, tetapi memilih menjaga konsistensi agar usahanya terus berjalan.
Menurut dia, kepuasan pelanggan menjadi salah satu penyemangat. Pembeli yang kembali datang membuatnya semakin yakin mengembangkan variasi produk.
Mawiyah juga belajar mengelola keuangan usaha secara mandiri. Ia memisahkan uang untuk modal, angsuran pembiayaan, operasional, dan pendapatan pribadi.
“Rasanya seperti punya perusahaan sendiri, karena semua harus kita kelola sendiri. Saya harus membagi uang untuk modal yang diputar kembali, menyiapkan angsuran Mekaar, dan mengatur kebutuhan usaha,” katanya.
Baca juga: BRI Sabet Penghargaan Industri Olahraga 2026 dari Kemenpora
Selain melayani pembeli yang datang langsung, Mawiyah menerima pesanan dan menyediakan layanan pesan antar. Ia juga membawa dagangannya ke berbagai kegiatan ketika ada pesanan atau acara tertentu.
Pengembangan usaha Mawiyah tidak hanya ditopang pembiayaan. Ia juga pernah mengikuti kelas memasak yang diselenggarakan PNM Mekaar untuk menambah keterampilan dan mengembangkan produk jualannya.
Perjalanan Mawiyah menjadi bagian dari ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan akses pembiayaan dalam ekosistem Holding UMi dapat berkembang mengikuti kebutuhan dan kapasitas ekonomi nasabah.
“Pelaku usaha ultra mikro memiliki ruang untuk terus bertumbuh, memperkuat usahanya, membangun kebiasaan menabung, hingga secara bertahap mengakses layanan keuangan yang semakin luas,” ujar Dhanny.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sekitar 2,3 juta debitur tercatat telah naik kelas.
Bagi Mawiyah, perjalanan membangun usaha menunjukkan bahwa penghasilan keluarga dapat diperkuat dari usaha kecil yang dikelola dengan konsisten dan disiplin.












