GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur dalam upaya memperluas akses pembiayaan perumahan rakyat.
Penyaluran tersebut dilakukan dalam Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur, 10 September 2026.
Dari total penyaluran itu, pembiayaan sisi pasokan mencapai Rp242,5 miliar kepada 110 debitur. Rinciannya, Rp73,6 miliar untuk 29 pengembang, Rp39,8 miliar kepada 23 toko bahan bangunan, dan Rp129,1 miliar kepada 58 kontraktor perumahan.
Sementara pembiayaan sisi permintaan mencapai Rp185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan penyaluran KPP menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus membangun ekosistem perumahan yang melibatkan masyarakat, pengembang, kontraktor, hingga pelaku usaha pendukung.
“Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh,” ujar Aris.
Baca juga: Pemkab Morowali dan BPS Teken MoU Perkuat Data Kemiskinan
Secara nasional, hingga 8 September 2026 BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp12 triliun kepada 83.210 debitur. Sementara realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 25.030 unit rumah dari target komitmen 60.000 unit pada 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan program pembiayaan perumahan oleh BRI. Ia menilai kecepatan pelaksanaan di tingkat perbankan menjadi faktor penting agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan masyarakat.
“Khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya jangan lambat atau tidak sesuai,” kata Maruarar.
BRI juga menyediakan sejumlah skema pembiayaan KPR Sejahtera dan KPP hingga 31 Desember 2026, termasuk uang muka mulai 1 persen dan suku bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun, sesuai ketentuan program yang berlaku.
Aris mengatakan BRI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pengembang untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.












