Seputar Sulteng

Seleksi JPTP Morowali Dimulai, 39 Peserta Jalani Asesmen

Global Sulteng
×

Seleksi JPTP Morowali Dimulai, 39 Peserta Jalani Asesmen

Sebarkan artikel ini
Seleksi JPTP Morowali Dimulai, 39 Peserta Jalani Asesmen
Sebanyak 39 peserta mengikuti penilaian potensi dan kompetensi dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Morowali 2026. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Sebanyak 39 peserta mengikuti penilaian potensi dan kompetensi dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Morowali 2026.

Asesmen yang digelar BKPSDMD Morowali itu berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Morowali mulai dari 17-19 September 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Sekretaris Daerah Morowali Yusman Mahbub menegaskan seluruh tahapan seleksi harus berlangsung transparan dan objektif. Ia meminta peserta tidak mengandalkan lobi untuk mendapatkan jabatan.

“Tidak ada titip-menitip, siapa yang cerdas, kompeten, dia yang akan terpilih,” kata Yusman.

Menurut dia, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama, baik yang saat ini menjabat sebagai kepala bidang maupun pelaksana tugas. Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh tahapan seleksi secara maksimal.

Baca juga: HPAL Sambalagi, Mengolah Nikel Morowali untuk Industri Nasional

“Kepada seluruh peserta jangan berkecil hati. Semua punya kesempatan yang sama. Ikuti saja prosesnya dengan maksimal,” ujarnya.

Yusman mengatakan seleksi JPTP merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang lebih kompeten dan berdaya saing.

Tahapan berikutnya akan melibatkan tim asesor dari sejumlah unsur, termasuk perguruan tinggi, akademisi, ahli hukum dan pemerintahan, serta utusan Pemprov Sulteng.

Kepala BKPSDMD Morowali Asep Haerudin mengatakan asesmen bertujuan mengukur potensi dan kompetensi peserta serta kesesuaiannya dengan standar jabatan yang akan diisi.

Dia menambahkan, tahapan seleksi JPTP Morowali dimulai dengan Computer Assisted Test (CAT) pada Kamis, dilanjutkan tahapan berikutnya hingga wawancara pada hari terakhir.

“Dari 39 peserta yang terdaftar, dua orang tidak mengikuti asesmen hari pertama karena sakit,” ujarnya.