GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk Site Morowali menetapkan 19 mahasiswa sebagai penerima Beasiswa Mota’u angkatan perdana. Bantuan pendidikan itu mulai disalurkan pada awal September 2026.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan PT Vale. Program ini menyasar mahasiswa dari 13 desa wilayah pemberdayaan perusahaan di Kabupaten Morowali.
Para penerima merupakan mahasiswa jenjang S1, D4, dan D3 yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Senior Coordinator Stakeholder Relation PT Vale Site Morowali, Asharul, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah pemberdayaan.
“Melalui Beasiswa Mota’u, kami ingin memastikan putra-putri terbaik Morowali memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan tinggi,” ujar Asharul.
Proses seleksi penerima telah berlangsung sejak Mei 2026. Peserta melewati sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian dokumen, tes tertulis hingga wawancara.
Baca juga: Tiga PLTA PT Vale Berkapasitas 365 MW Jadi Penopang Energi Operasi Sorowako
PT Vale juga melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan penerima benar-benar berasal dari wilayah pemberdayaan perusahaan.
Pemerintah daerah turut dilibatkan untuk memastikan penerima tidak mendapatkan beasiswa sejenis sehingga tidak terjadi tumpang tindih bantuan pendidikan.
Seleksi tidak hanya mempertimbangkan capaian akademik. Kebutuhan mahasiswa, komitmen mengembangkan diri, serta potensi kontribusi bagi masyarakat dan daerah asal juga menjadi pertimbangan.
PT Vale berharap Beasiswa Mota’u tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari pembinaan talenta muda yang nantinya dapat membawa pengetahuan, inovasi, dan keterampilan kembali ke Morowali.
Menurut Asharul, kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami percaya pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.












