Politik

Pandangan Politisi PKB soal Gaya Safari Politik Ahmad Ali, Sempat Singgung Gubernur Sulteng

Global Sulteng
×

Pandangan Politisi PKB soal Gaya Safari Politik Ahmad Ali, Sempat Singgung Gubernur Sulteng

Sebarkan artikel ini
Pandangan Politisi PKB soal Gaya Safari Politik Ahmad Ali, Sempat Singgung Gubernur Sulteng
Diskusi terkait Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergulir dari media sosial hingga warung kopi. Perbincangan soal bakal calon kepala daerah yang akan dipilih masyarakat tak pernah surut. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Diskusi terkait Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bergulir dari media sosial hingga warung kopi.

Perbincangan soal bakal calon kepala daerah yang akan dipilih masyarakat tak pernah surut.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Dukungan partai politik hingga figur yang bakal diusung menjadi topik hangat, termasuk visi dan misi calon gubernur.

Saat ini, 2 bakal calon yang aktif melakukan safari politik ke pelosok-pelosok daerah di Sulteng.

Adapun 2 paslon itu yakni Anwar Hafid-Reny Lamadjido dengan tagline ‘BERANI’ dan Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufrie tagline ‘BERAMAL’.

Baca juga: KPU Sulteng Apresiasi Dukungan Media, Komitmen Wujudkan Pilkada Berkualitas di Tahun 2024

Kedua pasangan ini menjadi pusat perhatian dan perbincangan masyarakat.

Anggota DPRD Donggala periode 2004-2009 Irwan Dumalang memberikan pandangannya terkait gaya safari politik Ahmad Ali.

Menurutnya, meski ada pesimisme dari janji politik yang disampaikan Ahmad Ali, justru harapan besar masyarakat Sulteng berada di balik pesimisme tersebut.

“Kenapa kita tidak coba, Ahmad Ali agak berbeda dan agak lain dengan kandidat lain, dengan ‘harapan baru’ bisa menjawab kegelisahan kebanyakan masyarakat sulteng,” ucapnya, Kamis (8/8/2024).

Politisi PKB Sulteng itu menilai Ahmad Ali memiliki pemikiran “out of the box”.

Katanya, Ahmad Ali mampu membaca pengalaman gubernur sebelumnya dan berpotensi memimpin sulteng dengan kebijakan inovatif yang tetap sesuai aturan.

“Selama ini gubernur sulteng masih menjalankan kepemimpinan sebagai kepala pemerintahan perwakilan pemerintah pusat, belum bisa menjalankan kapasitas sebagai kepala daerah yang berani membuat kebijakan dengan diskresi, Ahmad Ali bisa melakukan itu,” ujar Politisi PKB itu.

Irwan menekankan bahwa Sulteng membutuhkan pemikiran radikal dalam kepemimpinan.

Ia mengakui kesuksesan Longki Djanggola selama 2 periode sebagai gubernur dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik, namun menilai Sulteng butuh lebih dari sekadar rutinitas.

“Gubernur berikutnya diharap dapat menonjolkan dirinya sebagai gubernur yang tidak hanya bernyali, namun mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tuturnya.

Disisi lain, mantan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng Sofyan Lembah menyoroti pentingnya keterbukaan dalam kepemimpinan.

Sofyan menyarankan gubernur mendatang meniru mantan Gubernur Paliudju yang menerima saran dan pemikiran para cendekiawan dalam membuat kebijakan.

Baca juga: Notaris dan PPAT Disomasi Klien, Diduga Tak Selesaikan Balik Nama Sertifikat Tanah

Sofyan mencontohkan program Gerakan Membangun Desa yang didiskusikan bersama para cendekiawan dan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah provinsi.

Ia juga menekankan pentingnya budaya disiplin kerja yang harus diperhatikan oleh Ahmad Ali jika terpilih sebagai gubernur.

“Budaya disiplin kerja harus menjadi perhatian Ahmad Ali jika diberi amanah sebagai Gubernur Sulteng 2024 mendatang,” jelasnya.