Iklan - Geser untuk melanjutkan
<
Seputar Sulteng

2 Hari Hilang, Nelayan di Kabupaten Touna Ditemukan Meninggal Dunia

Global Sulteng
×

2 Hari Hilang, Nelayan di Kabupaten Touna Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
2 Hari Hilang, Nelayan di Kabupaten Touna Ditemukan Meninggal Dunia
Seorang nelayan bernama Maulidin (36) yang sempat dikabarkan hilang selama 2 hari telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, TOUNA – Seorang nelayan bernama Maulidin (36) yang sempat dikabarkan hilang selama 2 hari telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (21/5/2024).

Nelayan yang kerap disapa Ale itu ditemukan dengan posisi tubuh terapung di perairan Desa Podi, Kecamatan Tojo, Kabupaten Touna.

Iklan - Geser untuk melanjutkan
Iklan - Geser untuk melanjutkan

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada koordinat 01°07’20’0’S – 121°13’48’0’E dengan jarak 3 NM heading 278 derajat arah barat daya LKP dalam Kondisi meninggal dunia pukul 10.30 wita,” ucap Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes.

Kata Adrias, mayat korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dilakukan pemakaman.

Baca juga: Ahmad Ali Terima Rekomendasi DPP PAN di Pilkada Sulteng 2024, Bagaimana Nasib Anwar Hafid dan Rusdy Mastura?

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR telah selesai dan ditutup, semua unsur pontensi yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan bernama Maulidin (36) hilang di perairan Desa Podi, Kecamatan Tojo, Kabupaten Touna.

Hal itu dibenarkan juga oleh Kakansar Palu Andrias Gendrik Johannes saat dikonfirmasi GlobalSulteng melalui pesan whatsapp, Selasa (21/5/2024).

Kata Andrias, peristiwa itu bermula saat korban (nelayan) melakukan pengecekan rumpon diperairan Desa Podi pada Minggu 19 Mei 2024 pukul 07.00 wita.

“Kebiasaan korban kembali di sore hari, namun sampai saat ini belum juga kembali,” ucapnya.

Baca juga: Gadis 17 Tahun di Morowali Habisi Nyawa Ibu Kandungnya Usai Salat Subuh di Masjid

Bahkan, pihak keluarga, masyarakat setempat dan pemerintah desa sudah melakukan pencarian tetapi masih nihil (belum ditemukan).

Dia menambahkan, 6 personel Pos SAR Luwuk diterjunkan untuk mencari korban dibantu oleh BPBD Touna, Bhabinkamtibnas, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat.