GLOBALSULTENG.COM – Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengumpulkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas persoalan tenaga honorer yang menghadapi ketidakjelasan status maupun pembayaran gaji.
Anwar Hafid menyoroti praktik OPD yang merumahkan para honorer, tanpa dasar administratif yang jelas.
Hal ini bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Bahkan, praktik tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum.
Harusnya, kata Anwar Hafid, jika para honorer tersebut tidak bisa dipertahankan oleh OPD, maka harus mempunyai keputusan resmi yang disertai konsekuensi yang jelas, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja.
Menurut Anwar Hafid, persoalan honorer bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, tetapi belum ada keberanian dalam mengambil keputusan yang tegas dan adil.
Anwar Hafid memastikan bahwa kondisi keuangan daerah masih memungkinkan untuk mencari solusi, selama ada keseriusan dan tanggung jawab dari seluruh jajaran.
Baca juga: Polisi Sita Dua Unit Truk Pengangkut BBM Subsidi Tanpa Dokumen di Morowali Utara
Sejak 2025, Anwar Hafid telah berulang kali mengingatkan agar tenaga honorer diperlakukan secara adil. Dia menegaskan bahwa tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk memberhentikan honorer secara sepihak.
Pasalnya, para tenaga honorer tersebut masuk dan bekerja atas panggilan institusi pemerintah.
“Mereka bekerja karena kita yang panggil. Jadi kita juga yang harus bertanggung jawab,” kata Anwar Hafid saat rapat bersama para Kepala OPD di Ruang Polibu, Senin (20/4/2026).
Anwar Hafid meminta agar seluruh OPD segera mengumpulkan data lengkap para tenaga honorer beserta Surat Keputusan (SK) untuk dilakukan penataan pegawai.
Dia juga menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang diambil demi menyelesaikan persoalan honorer tersebut.
Anwar Hafid berharap, persoalan tenaga honorer yang selama ini berlarut-larut dapat segera diselesaikan secara adil dan tidak lagi menyisakan ketidakjelasan bagi para pekerja di lingkungan Pemprov Sulteng.
“Ini bukan soal berani atau tidak, ini soal hati dan tanggung jawab kita sebagai pemimpin,” ujarnya.












