Ekonomi

45 Menit Menembus Kepulauan, Vio Buka Akses PNM Mekaar di Banda Neira

Global Sulteng
×

45 Menit Menembus Kepulauan, Vio Buka Akses PNM Mekaar di Banda Neira

Sebarkan artikel ini
45 Menit Menembus Kepulauan, Vio Buka Akses PNM Mekaar di Banda Neira
Violend Trintje Ory harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari mes tempat tinggalnya untuk menjangkau kelompok nasabah PNM Mekaar di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Violend Trintje Ory harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari mes tempat tinggalnya untuk menjangkau kelompok nasabah PNM Mekaar di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

Perempuan berusia 23 tahun itu ditugaskan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru sekaligus yang pertama milik PNM di Banda Neira.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Tantangan Vio bukan hanya jarak dan kondisi geografis kepulauan. Ia juga harus memperkenalkan PNM Mekaar kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal layanan tersebut.

Vio bersama rekan-rekannya mendatangi rumah warga untuk melakukan sosialisasi sekaligus membangun kepercayaan calon nasabah.

“Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan,” ujar Vio, Sabtu, 19 September 2026.

Untuk menjangkau sejumlah wilayah, Vio dan tim harus menyeberangi laut sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Keterbatasan kendaraan di wilayah seberang tidak menghentikan aktivitas pendampingan.

Menurut Vio, pekerjaan sebagai Account Officer PNM Mekaar bukan sekadar mencari nasabah. Ia juga menyaksikan perubahan kehidupan para ibu setelah memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

Salah satu pengalaman yang membekas terjadi ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memilih berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.

Baca juga: Program 3 Juta Rumah, Pemkab Morowali Raih Terbaik I dan Dapat Dukungan Bedah 300 Unit

“Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat,” kata Vio.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada produk pembiayaan, tetapi juga pada kehadiran petugas lapangan yang mampu menjangkau masyarakat dan membangun kepercayaan dari rumah ke rumah.

Kehadiran PNM di Banda Neira menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) memperluas akses layanan keuangan dan pemberdayaan usaha ke berbagai wilayah Indonesia.

Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi mengintegrasikan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM. Ekosistem tersebut menghubungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, serta pendampingan usaha masyarakat.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi ketiga entitas juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kekuatan Holding UMi tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem, tetapi juga pada kemampuan tenaga pemasar hadir langsung di tengah masyarakat.

“Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.