Ekonomi

Kolaborasi Untad-BI Hadirkan Program Bank Indonesia Mengajar 2026, Ajak Mahasiswa Baca Arah Ekonomi Masa Depan

Global Sulteng
×

Kolaborasi Untad-BI Hadirkan Program Bank Indonesia Mengajar 2026, Ajak Mahasiswa Baca Arah Ekonomi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Untad-BI Hadirkan Program Bank Indonesia Mengajar 2026, Ajak Mahasiswa Baca Arah Ekonomi Masa Depan
Universitas Tadulako (Untad) memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui program Bank Indonesia Mengajar 2026 untuk memperluas wawasan mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi nasional dan perubahan global. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Universitas Tadulako (Untad) memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui program Bank Indonesia Mengajar 2026 untuk memperluas wawasan mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi nasional dan perubahan global.

Kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 dilaksanakan di Gedung Smart Class H. Muhidin M. Said, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad menghadirkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, Selasa (11/8/2026).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Rektor Untad Prof Amar mengatakan kolaborasi tersebut penting untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman serta praktik kebijakan ekonomi secara langsung.

“Bank Indonesia Mengajar ini merupakan sebuah momentum untuk mempertemukan antara teori akademik dengan pengalaman dan kebijakan ekonomi secara langsung,” ujar Prof Amar.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca perubahan, menganalisis persoalan, serta menawarkan solusi bagi tantangan ekonomi.

Baca juga: Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Abdussalam Shohib Sebut Sudah Kantongi 325 Dukungan

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mampu menjawab soal ekonomi, tetapi jadilah generasi yang mampu menjawab persoalan ekonomi bangsa,” tuturnya.

Dia mengatakan, mahasiswa juga perlu memahami perubahan geopolitik, perdagangan internasional, teknologi, perubahan iklim, hingga transformasi sistem keuangan yang semakin memengaruhi perekonomian.

Disisi lain, Prof Amar mendorong mahasiswa memiliki global outlook tanpa kehilangan kepedulian terhadap persoalan ekonomi daerah.

Kata Prof Amar, Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sumber daya alam hingga komoditas lokal dan UMKM. Potensi tersebut harus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi dan kewirausahaan.

Prof Amar berharap kolaborasi dengan Bank Indonesia tidak berhenti pada program edukasi, tetapi berkembang ke bidang penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, literasi ekonomi-keuangan, hingga inovasi digital.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses secara ekonomi, tetapi menjadi insan yang mampu memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” jelasnya.