GLOBALSULTENG.COM, PALU – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai ramai diperbincangkan menjelang Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026.
Ada sebelas nama yang saat ini mengemuka sebagai bakal calon pemimpin lembaga tanfidziyah di jam’iyah tersebut.
Mereka adalah Yahya Cholil Staquf (Ketua PBNU), Nasaruddin Umar, Zulfa Mustofa, Abdul Hakim Mahfudz dan Abdussalam Shohib (Gus Salam).
Selain itu, Yusuf Chudori, Abdul Ghaffar Rozin, Gudfan Arif Ghofur, Masyukir Abdillah, Hery Haryanto Azumi dan Marsudi Syuhud.
Di tengah persaingan calon Ketua Umum PBNU, Abdussalam Shohib mengatakan bahwa pencalonannya telah mendapatkan dukungan sekitar 325 pengurus cabang NU.
Dukungan itu, kata Abdussalam didapatkan setelah mengunjungi 29 provinsi serta bertemu dengan 450 pengurus cabang NU untuk memaparkan gagasannya.
“Ada sekitar 325 yang sudah komitmen dengan kami dan tentu harus kita rawat sampai di Muktamar,” kata dia saat silaturahmi bersama PWNU Sulteng dan Sulbar di Kota Palu, Senin 10 Agustus 2026.
Baca juga: Kasus Dugaan Reklamasi Ilegal di Watusampu Menyeret Wabup Parimo Belum Maksimal Diusut
Menurutnya, kunjungan ke berbagai provinsi itu tidak sekadar hanya mengumpulkan dukungan, tetapi ingin memastikan pengurus NU di daerah memahami gagasan dan konsep kepemimpinan yang ditawarkannya.
“Kami punya ikhtiar untuk ikut berkhidmat di NU. Gagasan yang kami sampaikan kepada para PCNU agar mereka tahu apa gaya kepemimpinan yang saya tawarkan,” ujar Gus Salam sapaan akrabnya.
Jika mendapat mandat memimpin PBNU, Gus Salam menawarkan pembenahan administrasi dan tata kelola organisasi. Ia juga ingin memperkuat integritas serta menjaga marwah NU.
Kendati demikian, konflik di tubuh NU selama hampir dua tahun terakhir berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.
Sehingga, kata Gus Salam, rekonsiliasi akan menjadi salah satu prioritas yang akan didorong apabila dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU.
“NU dilanda konflik yang tidak produktif. Itu cenderung menurunkan trust atau kepercayaan umat dan membuat banyak energi terbuang sia-sia,” jelasnya.












