Ekonomi

Bank Indonesia: Sulteng Posisi Ketiga Pengguna Merchant QRIS Area Sulampua

Global Sulteng
×

Bank Indonesia: Sulteng Posisi Ketiga Pengguna Merchant QRIS Area Sulampua

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia: Sulteng Posisi Ketiga Pengguna Merchant QRIS Area Sulampua
Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah transaksi QRIS mencapai 41 juta transaksi, melonjak 348 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah transaksi QRIS mencapai 41 juta transaksi, melonjak 348 persendibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengatakan capaian tersebut bahkan melampaui total transaksi QRIS sepanjang 2025 yang tercatat 37,8 juta transaksi.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Pertumbuhan ini menunjukkan masyarakat Sulteng semakin antusias mengadopsi pembayaran digital menggunakan QRIS. Penggunaan QRIS terus meluas dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi sehari-hari,” ucapnya saat kegiatan Jurnalis Update TW II di Palu, Kamis, 2 Juli 2026.

Seiring meningkatnya transaksi, jumlah pengguna QRIS juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, pengguna QRIS di Sulawesi Tengah mencapai 400 ribu orang, atau tumbuh 16 persen yoy.

Disisi lain, jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 340,29 ribu merchant, meningkat 36,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: OJK Sulteng Sebut IASC Sudah Terima 3.553 Laporan Kasus Penipuan, Kerugian Terbesar di Balut Capai Rp20,40 Miliar

“Pertumbuhan pengguna dan merchant yang konsisten menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sulteng,” ujarnya.

Kata Irfan, Sulteng kini menjadi daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak ketiga di area Sulawesi, Maluku Papua (Sulampua).

Sebanyak 79 persen merchant QRIS di Sulteng berasal dari sektor usaha mikro. Hal ini menunjukkan digitalisasi pembayaran semakin banyak dimanfaatkan pelaku UMKM.

Kemudian dari sisi wilayah, Kota Palu masih menjadi kontributor terbesar transaksi QRIS. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kota Palu mencatat 17,09 juta transaksi, atau 41,68 persen dari total transaksi QRIS di Sulteng.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Morowali dengan 5,11 juta transaksi atau 12,46 persen, disusul Kabupaten Banggai sebanyak 3,57 juta transaksi atau 8,71 persen dari total transaksi.

Irfan menambahkan, capaian tersebut menunjukkan penggunaan pembayaran digital tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan.

“Perkembangan ini menunjukkan akseptasi pembayaran digital semakin meluas, tidak hanya di daerah urban tetapi juga di berbagai wilayah lain di Sulteng,” tuturnya.