GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) di seluruh lini bisnis.
Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan perseroan secara konsisten menjalankan inisiatif keuangan berkelanjutan yang terukur dan sesuai regulasi, termasuk Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No. 51/2017.
“BRI telah mempublikasikan Laporan Keberlanjutan 2025 serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026–2030 sebagai panduan implementasi ke depan,” ucapnya, Selasa (21/4/2026).
Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp93,2 triliun atau 6,94% dari total portofolio. Sementara itu, pembiayaan ke sektor sosial (KUBS) mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5%.
Baca juga: Anwar Hafid Kumpul Kepala OPD Bahas Persoalan Honorer, Sebut Kondisi Keuangan Masih Cukup
Untuk memperluas dampak sosial, BRI juga menerbitkan social bond senilai Rp5 triliun yang difokuskan pada pembiayaan sektor-sektor yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Perseroan juga telah menjalankan Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai panduan regulator guna memperkuat manajemen risiko perubahan iklim.
Di sisi inklusi keuangan, BRI telah menjangkau lebih dari 140,5 juta nasabah hingga 2025. Capaian ini didukung oleh 45,93 juta pengguna aplikasi BRImo, 1,19 juta Agen BRILink, serta 5.245 Desa BRILiaN.
Penguatan juga dilakukan melalui adopsi standar global IFRS Sustainability Disclosure (S1 dan S2) serta peningkatan tata kelola perusahaan.
Hasilnya, BRI meraih berbagai pengakuan internasional, termasuk peringkat A dari MSCI ESG Rating, kategori Low Risk dari Sustainalytics, serta masuk dalam S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.
“Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.












