GLOBALSULTENG.COM – Indonesia dikenal sebagai negeri seribu kain, dengan ragam wastra seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan yang sarat makna dan nilai budaya.
Namun, di tengah perkembangan gaya hidup modern, wastra kerap dipersepsikan kurang praktis untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.
Alhasil, kebutuhan akan desain yang lebih relevan dan adaptif inilah yang kemudian mendorong lahirnya Kriti by Lusy, UMKM fashion asal Bogor yang menghadirkan tenun dalam balutan desain modern dan fungsional.
Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, Kriti by Lusy menghadirkan beragam busana wanita, mulai dari atasan, celana, rok, tunik hingga vest, dengan memadukan tenun dan lurik sebagai elemen utama.
Kedua material tersebut dipilih karena memiliki karakter timeless, mudah dipadupadankan, dan relevan untuk berbagai generasi.
“Awalnya saya sering bertemu teman-teman perempuan yang memiliki kain tenun, tetapi bingung bagaimana memakainya, dari situ muncul ide untuk mendesain busana mix dengan tenun dan lurik agar lebih wearable,” ucap Lusy, 2 Januari 2026.
Tak hanya fokus pada desain, proses produksi juga menjadi ciri khas Kriti by Lusy.
Lusy melibatkan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya serta bekerja langsung dengan pengrajin tenun guna menjaga kualitas bahan.
Baca juga: BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh, Percepat Pemulihan Pasca Bencana
Dia juga membatasi jumlah produksi agar setiap desain tetap eksklusif. Saat ini, kapasitas produksi Kriti by Lusy berada di kisaran 100–200 potong per bulan.
Perkembangan usaha Kriti by Lusy semakin signifikan sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018.
Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, Lusy memperoleh akses pelatihan, pendampingan, hingga fasilitas pemasaran melalui program Growpreneur by BRI.
“Pendampingan dari BRI sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis dan memperluas pasar,” ujarnya.
Berbekal dukungan tersebut, Kriti by Lusy mulai menembus pasar internasional dengan mengikuti berbagai pameran di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China.
Langkah ini menjadi strategi untuk memperkenalkan wastra modern Indonesia ke pasar global.
Terbaru, pada November 2025, Kriti by Lusy terpilih sebagai salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil di SOGO Central Park Jakarta dalam ajang Wastra Nusantara.
Keikutsertaan ini dinilai mampu meningkatkan eksposur sekaligus kredibilitas merek di pasar nasional.
“Ajang ini membuka peluang besar bagi brand lokal seperti kami untuk dikenal lebih luas,” tutur Lusy.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa BRI berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing.
“BRI terus mengapresiasi perkembangan industri kreatif melalui berbagai produk UMKM, mulai dari fashion batik modern hingga kerajinan tangan, ke depan, BRI akan terus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” jelasnya.












