Seputar Sulteng

Era Prof Amar, Lima Prodi di Untad Raih Akreditasi Internasional dan Masuk Jajaran Kampus Terbaik di Indonesia

Global Sulteng
×

Era Prof Amar, Lima Prodi di Untad Raih Akreditasi Internasional dan Masuk Jajaran Kampus Terbaik di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Era Prof Amar, Lima Prodi di Untad Raih Akreditasi Internasional dan Masuk Jajaran Kampus Terbaik di Indonesia
Universitas Tadulako (Untad) terus mencatatkan lompatan signifikan di era kepemimpinan Rektor Prof Amar. Foto: Tangkapan Layar.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Universitas Tadulako (Untad) terus mencatatkan lompatan signifikan di era kepemimpinan Rektor Prof Amar.

Dalam dua tahun terakhir, Untad berhasil meraih Akreditasi Unggul dan masuk 50 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Capaian ini menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan Untad untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bagi Sulawesi Tengah.

Selain itu, 5 Program Studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil memperoleh akreditasi Internasional pertama kali selama Untad berdiri.

Tahun 2026, Untad kembali menargetkan lima Prodi di Fakultas Pertanian memperoleh akreditasi Internasional, sebelum dilanjutkan ke program studi lainnya.

“Tentu ini tidak mudah, perlu kerja sama dengan seluruh civitas akademika, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha agar target ini bisa terealisasi,” ucap Rektor Untad Prof Amar saat menjadi narasumber dalam program BILANG (Bicara Langsung) di TVRI Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2026).

Prof Amar menjelaskan, Untad fokus melakukan transformasi digital yang ditandai dengan hadirnya platform One Kliks SIGA 8 yang telah diluncurkan pada Jumat, 12 Juni 2026.

One Kliks SIGA 8 ini adalah sebuah aplikasi terpadu yang memungkinkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengakses layanan akademik, administrasi, keuangan, jadwal kuliah, hingga absensi melalui handphone.

Baca juga: Anwar Hafid Prioritaskan Program Berani Panen Raya, Target Produktivitas Padi Sulteng Naik 6 Ton per Hektare

Menurut Prof Amar, digitalisasi bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Selain memperkuat layanan digital, Untad juga meningkatkan kualitas sarana pendidikan dengan memperbarui laboratorium, memperkuat jaringan teknologi informasi, pembangunan gedung tahan gempa, mengembangkan rumah sakit pendidikan, serta melengkapi berbagai fasilitas menuju standar Internasional.

Era Prof Amar, Untad telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia, termasuk Hainan University (Tiongkok), Kanazawa University (Jepang), University of Zagreb (Kroasia), University of Göttingen (Jerman) Universitas di Australia untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi.

Meski dihadapkan dengan tantangan efisiensi anggaran akibat kondisi ekonomi global, Prof Amar memastikan seluruh aktivitas perkuliahan tetap berjalan dengan baik.

Kata Prof Amar, penyesuaian hanya dilakukan pada beberapa program tanpa mengurangi kualitas pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dia menambahkan, keberhasilan transformasi Untad merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika, dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis.

“Kami ingin Untad terus tumbuh menjadi kampus yang unggul, tangguh, dan adaptif, sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi serta SDM berkualitas yang mampu mendorong kemajuan Sulteng dan Indonesia,” ujarnya.