GLOBALSULTENG.COM – Petani alpukat di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, memperluas pemasaran hasil panen melalui jaringan usaha yang dibangun bersama.
Upaya ini membantu petani menjangkau pembeli lebih luas sekaligus menjaga perputaran usaha saat panen raya.
Salah satu penggeraknya, Prayitno, mengawali langkah tersebut dari pengalamannya sebagai petani.
Ia memahami persoalan yang kerap muncul ketika hasil panen melimpah, tetapi jumlah pembeli belum sebanding dengan pasokan.
Prayitno kemudian menghimpun alpukat dari sejumlah petani untuk dipasarkan ke pasar induk. Cara itu berkembang menjadi jaringan pemasaran bersama yang melibatkan petani di sekitarnya.
“Saya berangkat dari petani, jadi paham betul tantangannya. Petani sudah menanam, merawat, lalu ketika panen yang dipikirkan berikutnya bagaimana hasil ini bisa terjual dengan baik. Karena itu kami coba berkembang bersama, merangkul petani di sekitar supaya hasil panennya bisa sama-sama kita pasarkan,” kata Prayitno.
Selain membantu pemasaran, ia juga sesekali memberikan dukungan modal kepada petani mitranya. Menurut dia, keberlangsungan budidaya penting agar pasokan alpukat tetap terjaga dan usaha pemasaran dapat terus berjalan.
“Kalau ada petani yang butuh modal, kadang kami bantu. Karena kalau petaninya bisa terus jalan, hasilnya juga bisa terus kami pasarkan bersama. Jadi memang kami tumbuhnya dari lingkungan sendiri,” ujarnya.
Baca juga: BRI Dukung Jogjastory Kembangkan Fesyen Berbasis Wastra dan Budaya Yogyakarta
Upaya memperkuat jaringan usaha itu kemudian mempertemukan kelompok tani di Sumberejo dengan program Klasterku Hidupku dari BRI.
Kerja sama tersebut berawal dari survei BRI terhadap kelompok tani dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Prayitno menyebut perkembangan jaringan pemasaran ikut mendorong peningkatan omzet dan penjualan usahanya. Ia memperkirakan pertumbuhannya mencapai sekitar 30 persen.
Pertumbuhan tersebut membuka peluang bagi kelompok untuk menampung lebih banyak hasil panen warga. Dengan jaringan pembeli yang semakin luas, petani memiliki lebih banyak pilihan pemasaran, terutama ketika produksi meningkat saat panen raya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan program Klasterku Hidupku diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok usaha, jaringan, dan akses pasar.
“Potensi ekonomi daerah akan semakin kuat ketika pelaku usaha di dalamnya dapat tumbuh bersama. Dengan demikian, pengembangan klaster tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana membuka akses pasar, memperkuat jaringan usaha, dan menciptakan lebih banyak peluang agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat di sekitarnya,” kata Dhanny.
Hingga September 2026, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha di berbagai daerah melalui program Klasterku Hidupku. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.












