Ekonomi

BRI Dukung Jogjastory Kembangkan Fesyen Berbasis Wastra dan Budaya Yogyakarta

Global Sulteng
×

BRI Dukung Jogjastory Kembangkan Fesyen Berbasis Wastra dan Budaya Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
BRI Dukung Jogjastory Kembangkan Fesyen Berbasis Wastra dan Budaya Yogyakarta
BRI memperkuat pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform LinkUMKM. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – BRI memperkuat pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform LinkUMKM.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Sri Utami, pendiri Jogjastory, bisnis fesyen yang mengangkat motif dan wastra khas Yogyakarta.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Berawal dari produksi kemeja kasual untuk bersepeda saat pandemi, Sri mengembangkan Jogjastory menjadi usaha fesyen dengan produk yang lebih beragam.

Kini, bisnis di bawah PT Jayasri Samahita Utama itu memadukan katun organik bermotif khas Yogyakarta dengan kain lurik hasil kolaborasi bersama perajin lokal.

Sri mulai mengurus legalitas usaha pada 2023 setelah peminat produknya meningkat. Selain kemeja, Jogjastory kini menawarkan sejumlah produk fesyen, termasuk outer yang menjadi salah satu produk favorit pelanggan.

“Setelah peminatnya bertambah, pada 2023 saya mulai mengurus legalitas usaha dan mengembangkan produk di luar kemeja,” ujar Sri, Sabtu (7/11/2026).

Dalam proses produksi, Jogjastory mengangkat cerita dan budaya Yogyakarta melalui motif yang dilukis dengan tangan, kemudian didigitalisasi untuk diaplikasikan pada kain katun organik.

Sri juga menggandeng perajin lokal untuk menghadirkan lurik dalam koleksinya.

Baca juga: BRI Peduli Kembangkan Urban Farming, BRInita Hasilkan 31,7 Ton Sayur dan Buah

Produk Jogjastory dipasarkan melalui konsinyasi di hotel dan galeri, pameran, serta kanal digital seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan WhatsApp.

Pelanggannya berasal dari Yogyakarta, berbagai daerah di Indonesia, hingga luar Pulau Jawa.

Namun, kapasitas produksi masih menjadi tantangan ketika usaha menerima pesanan dalam jumlah besar. Saat ini, Jogjastory didukung tiga pekerja. Untuk transaksi di pameran, Sri juga memanfaatkan QRIS BRI sebagai pilihan pembayaran bagi pelanggan.

Sri mengaku mengenal LinkUMKM BRI melalui Instagram. Platform tersebut memberinya akses terhadap materi pembelajaran dan pendampingan mentor untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengelola usaha.

“Saya melihat BRI sebagai bank BUMN yang mendukung UMKM agar bisa maju, tumbuh, dan berkembang hingga naik kelas. Melalui LinkUMKM by BRI, saya juga mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru dari para mentor,” katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha dan akses pasar.

Menurut dia, melalui LinkUMKM, BRI berupaya membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan, memperkuat daya saing, dan memperluas jangkauan bisnis.

Hingga 30 September 2026, LinkUMKM BRI mencatat lebih dari 17,66 juta pengguna dan menyediakan 845 modul pembelajaran.

Pelaku UMKM dapat memanfaatkan platform tersebut untuk mengikuti asesmen tingkat perkembangan usaha, mengakses materi sesuai kebutuhan, serta memperoleh pendampingan mentor.