GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan prestasi dalam Fortune Indonesia 100 2026. Untuk kelima kalinya secara berturut-turut, BRI masuk jajaran perusahaan teratas dalam pemeringkatan tersebut.
Selain mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia, BRI meraih tiga penghargaan lain, yakni Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap.
Pemeringkatan Fortune Indonesia 100 menggunakan sejumlah indikator, di antaranya pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, dan kapitalisasi pasar.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk memperkuat transformasi bisnis melalui strategi BRIvolution Reignite.
“Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite,” ucapnya, Rabu, 23 September 2026.
Strategi tersebut mencakup penguatan struktur pendanaan, peningkatan kapabilitas digital, pemeliharaan kualitas aset, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.
BRIvolution Reignite memiliki dua pilar utama. Pertama, Transform the Funding Franchise yang berfokus pada penguatan dana murah dan kapabilitas transaction banking.
Baca juga: PT Vale Andalkan Teknologi Digital untuk Perkuat Keselamatan dan Efisiensi Tambang
Kedua, Revamp Existing Core and Build New Core yang diarahkan untuk memperkuat bisnis kredit mikro sekaligus mengembangkan consumer banking sebagai sumber pertumbuhan baru.
Hingga akhir triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan. Aset konsolidasian perseroan juga meningkat 11,7 persen menjadi Rp2.352 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan yang naik 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Return on Equity atau ROE BRI meningkat dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada periode yang sama 2026. Sementara itu, ROA berada di kisaran 2,7 persen.
Di tingkat regional, BRI juga menempati posisi pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026. BRI berada di peringkat ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
Hery mengatakan transformasi BRI diarahkan agar perseroan tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin kuat dan produktif.
“Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.












