GLOBALSULTENG.COM, PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) mengklaim Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulawesi Tengah (Sulteng) menurun 30,54 pada tahun 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dispusaka Sulteng Siti Rachmi Amir Singi usai pembukaan Festival Literasi 2026 di Kota Palu, Senin, 14 September 2026.
Kata Siti Rachmi, penurunan indeks pembangunan literasi Sulteng pada tahun 2025 cukup signifikan jika dibandingkan dengan 2024 yang mencapai 70,65.
Baca juga: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng Perkuat Budaya Membaca Lewat Festival Literasi 2026
Menurutnya, penurunan tersebut diakibatkan adanya instrumen baru yang dikeluarkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada pertengahan penilaian.
“Instrumen baru ini yang harus dipenuhi dalam waktu sekitar tiga bulan dan memang agak sulit. Perpusnas juga mengakui kekeliruan dalam penerbitan di tengah sudah harus penilaian, makanya semua provinsi itu mengalami penurunan,” kata dia.
Adapun untuk provinsi dengan tingkat indeks pembangunan literasi tertinggi di raih oleh Jawa Timur (Jatim) sekitar 56,29. Meski begitu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sulteng melampaui rata-rata nasional yakni 59,51.
“Tetapi tingkat kegemaran membaca untuk provinsi sulteng di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga menyediakan program Bulk Loan System untuk mendukung peningkatan literasi pada tingkat desa dan kelurahan di Sulteng.
“Semua permintaan bantuan buku-buku untuk pembangunan perpustakaan desa, SD dan SMP kami siapkan dengan syarat mengajukan proposal lewat program Bulk Loan System,” jelasnya.












