GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat transformasi digitalnya melalui Super Apps BRImo. Hasilnya, hingga Triwulan I 2026, jumlah pengguna BRImo mencapai 47,8 juta user atau tumbuh 18,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan digital BRI sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BRImo sebagai platform transaksi harian.
“Basis pengguna Super Apps BRImo yang besar, yang diikuti pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar Aquarius dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4).
Tak hanya dari sisi pengguna, volume transaksi BRImo juga melonjak signifikan. Hingga Maret 2026, nilai transaksi melalui BRImo tercatat mencapai Rp2.042,2 triliun, naik 29,4 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo kini menjadi salah satu motor utama penguatan ekosistem digital BRI, sekaligus menopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).
Secara konsolidasian, DPK BRI tumbuh 9,4 persen yoy menjadi Rp1.555,1 triliun. Sementara itu, dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat menjadi 68,07 persen, setara Rp1.058,6 triliun, naik dari 65,77 persen pada Triwulan I 2025.
Peningkatan CASA sebesar Rp123,7 triliun dalam setahun tersebut turut mendorong efisiensi biaya dana, di mana cost of fund BRI berhasil ditekan dari 3 persen menjadi 2,3 persen.
Kinerja digital dan funding yang kuat juga berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis perseroan. Hingga akhir Maret 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen yoy.
Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan BRI naik 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun. Dengan fundamental bisnis yang tetap solid, efisiensi pendanaan, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen yoy.
Capaian ini menegaskan keberhasilan strategi transformasi BRIvolution Reignite dalam memperkuat posisi BRI sebagai pemimpin layanan perbankan digital nasional.












