GLOBALSULTENG.COM – BRI terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan perempuan pelaku UMKM melalui Bazaar Srikandi Pertiwi, ajang apresiasi produk unggulan karya perempuan Indonesia yang digelar melalui program Rumah BUMN.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan BRI terhadap pengembangan ekonomi lokal sekaligus mendorong UMKM perempuan agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Cokelatin, bisnis cokelat artisan milik Irene Farriha yang sukses berkembang dari usaha rumahan hingga menembus pasar ekspor.
Didirikan sejak 2016, Cokelatin hadir dengan produk premium berbahan biji kakao Grade 1 fermentasi serta varietas kakao langka Javakrioyo asal Jawa Timur, yang hanya sekitar 5 persen tersedia di dunia.
Berbekal kualitas produk dan inovasi, Cokelatin berhasil memenuhi standar pasar premium, termasuk sektor perhotelan bintang lima.
Irene mengaku perjalanan bisnisnya sempat menghadapi tantangan besar, terutama saat pandemi COVID-19 pada 2020 akibat minimnya pemanfaatan teknologi digital.
Melalui pendampingan Rumah BUMN BRI sejak 2018, Irene mulai melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh, mulai dari digitalisasi pemasaran, pengembangan website, optimalisasi media sosial, hingga ekspansi ke platform e-commerce.
“Dukungannya nyata, kami bukan hanya diberi pelatihan, tapi juga dibimbing sesuai kebutuhan usaha,” ujar Irene, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Tangguh Hadapi Krisis Global, BRI Bukukan Pertumbuhan Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan I 2026
BRI juga secara aktif melibatkan Cokelatin dalam berbagai program pengembangan UMKM seperti BRI UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur dan pameran rutin nasional.
Puncaknya, pada 2022 BRI membawa Cokelatin tampil di ajang Specialty Coffee Expo di Boston, Amerika Serikat, yang menjadi langkah strategis membuka akses ekspor ke pasar global.
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di tingkat internasional dengan dukungan pembinaan yang tepat.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan, Rumah BUMN hadir sebagai pusat pemberdayaan dan kolaborasi bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, dan memperkuat daya saing.
Hingga kini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi UMKM.
“Banyak pelaku usaha yang awalnya hanya menjual di pasar lokal, kini mampu go digital bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan,” tutur Akhmad.
Melalui inisiatif ini, BRI tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga menyalakan kembali semangat Kartini masa kini melalui perempuan-perempuan tangguh yang sukses membangun karya dan kemandirian ekonomi.












