GLOBALSULTENG.COM – Semangat perjuangan R.A. Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia masa kini. Salah satunya tercermin pada sosok Mispa Lewi Yt, Mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang bertugas di wilayah pegunungan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Bertugas di daerah dengan akses terbatas, Mispa harus menembus jalan tanah, mendaki perbukitan, hingga berjalan kaki 1–2 kilometer untuk menjangkau nasabah yang tersebar di kebun cengkeh.
Meski penuh tantangan, ia tetap menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi demi mendorong inklusi keuangan masyarakat desa.
Karier Mispa di BRI berawal dari situasi sulit saat pandemi COVID-19, ketika ia dirumahkan dari pekerjaan sebelumnya. Ia kemudian mencoba melamar ke BRI di usia batas maksimal dan berhasil diterima sebagai customer service.
Setelah sekitar 20 bulan, Mispa lolos seleksi dan resmi menjadi Mantri BRI pada 2024, ditempatkan di wilayah terpencil di pegunungan Ranteangin Kolaka.
“Awalnya sempat ingin menyerah karena medan yang berat. Tapi semangat kembali muncul, apalagi nasabah sangat menerima dengan baik,” ucapnya, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: Prof Djayani Nurdin: Berani Cerdas Efektif Tingkatkan SDM dan Tekan Kemiskinan di Sulteng
Sebagai Mantri, Mispa tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat terkait literasi keuangan. Ia menghadapi tantangan rendahnya pemahaman warga terhadap layanan perbankan, termasuk kebiasaan menyimpan uang tunai di rumah.
Selain itu, Mispa juga membina klaster usaha minuman herbal berbahan rimpang bernama Gujames. Melalui pendampingan, usaha tersebut kini berkembang dengan kemasan lebih baik, bersertifikat halal MUI, dan dipasarkan hingga ke luar desa.
“Perempuan tidak hanya menjadi ibu rumah tangga, tetapi juga bisa berkontribusi pada ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan peran strategis mantri sebagai ujung tombak penggerak ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, mantri tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga berperan sebagai pendamping usaha dan penasihat keuangan bagi nasabah.
Hingga kini, BRI memiliki sekitar 26 ribu mantri, dengan 28,2 persen di antaranya merupakan perempuan.
“Kisah ini menunjukkan perempuan mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Kesetaraan kesempatan adalah kunci pertumbuhan inklusif,” tuturnya.












