Ekonomi

Mantri BRI Tembus Wilayah 3T, Hany Ubro Jadi Penggerak Akses Keuangan di Kepulauan Kei

Global Sulteng
×

Mantri BRI Tembus Wilayah 3T, Hany Ubro Jadi Penggerak Akses Keuangan di Kepulauan Kei

Sebarkan artikel ini
Mantri BRI Tembus Wilayah 3T, Hany Ubro Jadi Penggerak Akses Keuangan di Kepulauan Kei
Keterbatasan akses di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tak menyurutkan langkah Hany Dwiningsih Ubro dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Keterbatasan akses di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tak menyurutkan langkah Hany Dwiningsih Ubro dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat.

Sebagai Mantri di Unit Elat, Kepulauan Kei Besar, ia menjadi garda terdepan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam menjangkau desa-desa terpencil.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Bertugas di wilayah dengan 115 desa dan kondisi infrastruktur terbatas, Hany harus menempuh medan berat, mulai dari jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga jalur laut menggunakan speedboat kecil.

Tantangan cuaca dan akses transportasi menjadi bagian dari rutinitasnya.

“Beberapa wilayah jalannya belum layak dilalui. Pernah hampir menyerah karena jalan rusak dan berlumpur, tapi dibantu warga hingga bisa lanjut,” ucapnya, Sabtu (25/4/2026).

Perjalanan karier Hany Ubro tidak instan. Bergabung sejak 2020 sebagai customer service, ia berulang kali gagal dalam seleksi internal sebelum akhirnya lolos sebagai Mantri pada 2025, setelah enam kali mencoba.

Sebagai Mantri, ia tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan keuangan.

Produk yang diperkenalkan meliputi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kupedes, tabungan Simpedes, deposito, asuransi, hingga transaksi digital melalui QRIS.

Baca juga: BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu, Perkuat Inklusi Keuangan Ultra Mikro

Mayoritas nasabah di wilayah tersebut merupakan petani, nelayan, dan pedagang yang memanfaatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Edukasi menabung juga terus didorong untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

“Saya bangga bisa membantu masyarakat mengembangkan usaha hingga menyekolahkan anaknya. Ini jadi motivasi terbesar saya,” kata Hany.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai peran Mantri di lapangan menjadi bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, Mantri tidak hanya bertindak sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai pendamping usaha atau financial advisor bagi nasabah.

Saat ini, BRI memiliki sekitar 26 ribu Mantri, dengan 28,2 persen di antaranya merupakan perempuan. Kehadiran mereka dinilai menjadi kunci dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah pelosok.

“Perempuan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kesetaraan kesempatan adalah kunci menciptakan pertumbuhan inklusif,” tegas Akhmad.

Peran Hany menjadi gambaran nyata bahwa akses keuangan di wilayah 3T terus diperkuat, dengan pendekatan langsung ke masyarakat sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang merata.