Ekonomi

BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Program Urban Farming BRInita

Global Sulteng
×

BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Program Urban Farming BRInita

Sebarkan artikel ini
BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Program Urban Farming BRInita
Perempuan terus menunjukkan peran strategis dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga hingga penggerak ekonomi. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Perempuan terus menunjukkan peran strategis dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga hingga penggerak ekonomi.

Menjawab hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menghadirkan Program BRInita (BRI Bertani di Kota) sebagai upaya nyata mendorong pemberdayaan perempuan.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Program ini berfokus pada pengembangan urban farming di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas menjadi ruang produktif.

BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan sarana seperti greenhouse yang dapat digunakan untuk tiga metode budidaya, yakni vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Metode vertikultur dilakukan dengan sistem tanam bertingkat menggunakan paralon atau botol di ruang sempit. Sementara hidroponik memanfaatkan air tanpa tanah dengan pengelolaan nutrisi, dan wall gardening menggunakan dinding sebagai media tanam.

Ketiga metode ini memungkinkan pengembangan tanaman hortikultura bernilai ekonomi, seperti sayuran, buah, bunga, hingga tanaman obat keluarga.

Tak hanya infrastruktur, BRI juga memberikan pendampingan intensif melalui pelatihan pengelolaan urban farming dengan melibatkan tenaga ahli dan instansi terkait. Monitoring dan pengembangan hasil panen juga dilakukan guna meningkatkan nilai ekonomi bagi para peserta.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, PT Vale Tanam Mangrove hingga Bersih Pantai di Morowali

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan BRInita dirancang untuk mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan komunitas.

Program ini juga mengedepankan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya produktif, serta pengelolaan hasil panen bernilai tambah.

“Program ini menjadi wadah positif yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan pemberdayaan,” ucapnya, Rabu (22/4/2026).

Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah menjangkau 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan 1.351 peserta.

Program ini tercatat berkontribusi hingga 47 persen terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat.

Dari sisi lingkungan, program ini juga menghasilkan dampak signifikan, antara lain produksi 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, serta berkontribusi pada efisiensi emisi sebesar 645,7 kg CO2-eq.

Lebih lanjut, Dhanny menegaskan bahwa BRInita merupakan wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern yang sejalan dengan nilai perjuangan R. A. Kartini.

Melalui program ini, perempuan tidak hanya didorong untuk lebih produktif dan inovatif, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menciptakan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan perkotaan.