GLOBALSULTENG.COM, SIGI – Kepolisian Resor (Polres) Sigi telah memeriksa 3 orang saksi dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru berinisial TR.
Hal itu diungkapkan Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Haya saat dikonfirmasi GlobalSulteng melalui via telepon whatsapp, Senin (11/11/2024).
“Untuk saat ini, saksi yang diperiksa sudah 3 orang,” ucapnya.
Kata Nuim, pihak Satreskrik Polres Sigi belum memeriksa terlapor yakni TR karena masih diluar kota.
“Terlapor belum diperiksa karena yang bersangkutan masih diluar kota, makanya kami belum bisa lakukan pemeriksaan,” ujarnya.
“Muda-mudahan hari ini bisa pulang dia (terlapor), untuk pemeriksaan kita upayakan secepatnya,” tambahnya.
Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menjunjung tinggi transparansi dan keadilan dalam menangani kasus dugaan pencabulan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang santri berinisial FP (laki-laki 13 tahun) di Kabupaten Sigi diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum gurunya TR.
Adapun kasus dugaan pencabulan yang dilakukan TR terhadap telah dilaporkan ayah korban yakni MN ke Polres Sigi berdasarkan laporan polisi bernomor: LP/GAR/B/88/XI/2024/SPKT-III/Polresta Sigi/Polda Sulteng tertanggal 7 November 2024.
Kasus dugaan ini terungkap setelah salah satu santri berinsial GL melihat aksi tak senonoh yang dilakukan TR kepada korban FP.
Dugaan pencabulan terhadap korban yang berasal dari Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo itu terjadi 2 kali yakni pada bulan Oktober dan 5 November 2024.
Saat itu, pelaku yang baru pulang dari menonton konser langsung mendatangi asrama santri sekitar pukul 21.00 wita.
“Saat itu dia (pelaku) baru pulang nonton konser di Huntap dan datang ke asrama sekitar jam 9 malam, saat itu saya pura-pura tidur karena saya sudah curiga memang, saya lihat dia sudah tindis dan melakukan pencabulan kepada FP (korban),” ucap GL.
Pasca melihat kejadian tak senonoh itu, GL pun langsung ketakutan dan meninggalkan asrama.
“Jadi selesai dia cabuli temanku ini, dia pergi dan datang lagi ke asrama, saat datang dia dapat saya bangun, mungkin dia curiga saya liat kejadian tadi,” ujarnya.
“Setelah dia pergi lagi saya lari dari asrama, takut saya jangan sampai dia nekat, saya lari ke perkampungan dari malam, subuh saya dijemput papaku dan saya ceritakan apa yang dialami temanku, sudah dicerita juga sama papanya korban,” tambahnya.
Baca juga: Ketua Umum Gibran Center Optimis Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Menang di Pilkada Sulteng 2024
Laporan terkait dugaan pencabulan oleh oknum guru di Kabupaten Sigi itu dibernarkan juga oleh Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/11/2024).
“Sudah proses lidik, pemeriksaan saksi dan korban,” katanya.








