Politik

Musda ke-V Demokrat Sulteng, Ketum AHY Minta Fokus Garap Anak Muda Hadapi Pemilu 2029

Global Sulteng
×

Musda ke-V Demokrat Sulteng, Ketum AHY Minta Fokus Garap Anak Muda Hadapi Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Musda ke-V Demokrat Sulteng, Ketum AHY Minta Fokus Garap Anak Muda Hadapi Pemilu 2029
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng) mempercepat regenerasi kader dan memperkuat konsolidasi internal guna menghadapi Pemilu 2029. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng) mempercepat regenerasi kader dan memperkuat konsolidasi internal guna menghadapi Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan AHY secara virtual dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Sulteng yang digelar di Grand The Sya, Palu, Minggu, 5 Mei 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Menangkan hati generasi muda, maka kita memenangkan masa depan. Mayoritas pemilih ke depan adalah anak muda,” kata AHY.

Dia menekankan pentingnya pelibatan generasi milenial dan Gen Z sebagai kekuatan utama partai ke depan. Demokrat harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan demografi pemilih sekaligus menjaga relevansi politik di tengah perkembangan zaman.

Ketum AHY juga mengingatkan agar seluruh kader menjaga soliditas organisasi, mempercepat kaderisasi, dan membangun kekuatan partai berbasis data.

Ketua DPD Demokrat Sulteng, Anwar Hafid mengatakan bahwa pertarungan politik kedepan, Demokrat tidak hanya menggunakan pola kerja politik konvensional tetapi menguatkan strategi digital berbasis data.

Baca juga: Profil Kapolda Sulteng Baru Brigjen Pol Nasri yang Gantikan Irjen Pol Endi Sutendi

Menurutnya, seluruh struktur partai wajib membangun sistem data kepengurusan dan keanggotaan yang terintegrasi untuk memetakan kekuatan politik secara akurat.

“Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Semua harus terdigitalisasi. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” ujar Anwar Hafid.

Dia mencontohkan keberhasilan strategi silent movement pada Pilkada sebelumnya, yang memadukan pendekatan digital dengan pemetaan lapangan secara senyap namun efektif hingga berhasil mengubah peta politik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron menyatakan, Demokrat membuka ruang pengabdian politik bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari nelayan, buruh, petani, hingga guru swasta.

Menurut Herman, komposisi kepengurusan partai juga wajib memberi proporsi kepada anak muda sesuai ketentuan AD/ART partai.

“Kami pastikan Demokrat adalah ruang pengabdian,” jelas Herman.