Ekonomi

Laba PT Vale Melonjak 100 Persen pada Kuartal I 2026, Tembus Rp752 Miliar

Global Sulteng
×

Laba PT Vale Melonjak 100 Persen pada Kuartal I 2026, Tembus Rp752 Miliar

Sebarkan artikel ini
Laba PT Vale Melonjak 100 Persen pada Kuartal I 2026, Tembus Rp752 Miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada Kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar US$43,6 juta atau sekitar Rp752 miliar, naik 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,8 juta. Foto: Humas PT Vale.

GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada Kuartal I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar US$43,6 juta atau sekitar Rp752 miliar, naik 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,8 juta.

Secara kuartalan, laba bersih PT Vale juga meningkat tajam 85 persen dari US$23,6 juta pada Kuartal IV-2025.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kinerja positif ini ditopang pertumbuhan pendapatan sebesar 22,3 persen menjadi US$252,7 juta dari sebelumnya US$206,6 juta pada Kuartal I-2025.

EBITDA perusahaan turut melonjak 54,9 persen menjadi US$80,1 juta, meningkat signifikan dibandingkan US$51,7 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Penguatan harga nikel global menjadi salah satu faktor utama pendorong kinerja perusahaan. PT Vale mencatat harga rata-rata nikel matte sebesar US$14.213 per metrik ton selama Kuartal I-2026, naik 15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Perseroan juga diuntungkan dari tahun penuh pertama penjualan nikel matte dengan tingkat pembayaran 82 persen yang memberikan struktur pendapatan lebih kuat serta margin yang semakin stabil.

Di sisi biaya, biaya tunai per unit penjualan nikel matte tercatat US$10.382 per ton, sedikit meningkat dibandingkan Kuartal IV-2025 akibat kenaikan harga input komoditas.

Baca juga: PT Vale Dorong Transformasi Pelayanan Prima Tenaga Kesehatan di Morowali

Sementara itu, biaya tunai bisnis bijih nikel tetap kompetitif dengan Bahodopi sebesar US$21 per ton dan Pomalaa US$13 per ton.

Dari sisi operasional, produksi nikel matte mencapai 13.620 metrik ton, menurun dibandingkan tahun lalu akibat pemeliharaan terencana termasuk pembangunan kembali Furnace 3 serta penyesuaian RKAB 2026.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis mencapai target produksi tahunan sebesar 67.645 ton.

Tahun 2026 juga menjadi tonggak strategis bagi PT Vale karena untuk pertama kalinya perusahaan mengoperasikan tiga blok tambang utama secara bersamaan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.

Ekspansi ini diperkuat dengan penjualan perdana bijih nikel limonit dari Pomalaa pada awal tahun, yang memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat diversifikasi pendapatan perusahaan.

Dengan tren harga nikel LME yang diproyeksikan terus menguat, PT Vale berada dalam posisi strategis untuk meningkatkan pendapatan, memperluas margin, dan memperkuat profitabilitas sepanjang 2026.