Ekonomi

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

Global Sulteng
×

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

Sebarkan artikel ini
KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan
Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan.

Di sejumlah sentra produksi genteng, permintaan pasar meningkat signifikan seiring masifnya pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Salah satu pengrajin yang merasakan langsung dampak tersebut adalah Hj. Nurhasanah dari sentra produksi genteng di Majalengka.

Bersama dua saudarinya, ia melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis oleh sang ibu puluhan tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Nurhasanah mengaku pesanan genteng meningkat pesat. Produk buatannya kini banyak dipesan dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung hingga Tegal.

“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda lebih memilih bekerja di perusahaan,” ucap Nurhasanah, Jumat (13/3/2026).

Saat ini pabrik genteng milik keluarganya mempekerjakan sekitar 150 pekerja. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan. Sebagian besar tenaga kerja yang tersedia pun merupakan pekerja berusia lanjut.

Dalam proses produksi, usaha tersebut menggunakan 12 mesin press yang mampu menghasilkan sekitar 16.000 keping genteng setiap minggu. Produk kemudian dipasarkan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Dari aktivitas usaha tersebut, Nurhasanah mampu membukukan omzet ratusan juta rupiah per bulan.

Baca juga: Perkuat Transparansi, PT Vale Paparkan Progres IGP Morowali kepada Jurnalis

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, Nurhasanah mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam hal permodalan.

Hal itu karena usahanya mendapat dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia atau BRI.

Menurutnya, kerja sama dengan BRI telah terjalin selama sekitar empat tahun dan sangat membantu keberlanjutan usaha keluarga tersebut.

“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi menegaskan BRI siap mengambil peran strategis dalam mendukung program gentengisasi melalui pembiayaan KUR sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dan pasar.

Menurutnya, BRI dapat menjadi jembatan antara pengrajin genteng dengan pembeli maupun pengembang perumahan sehingga rantai pasok berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” tuturnya.

Hery menambahkan, bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari ekosistem KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan BRI.

Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.