GLOBALSULTENG.COM – Warga Desa Prigi RT 05/RW 01, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini tak lagi harus menempuh jarak jauh ke kantor cabang bank untuk bertransaksi.
Sejak 2018, Rumiatun, warga setempat, menghadirkan layanan BRILink di kios pupuk miliknya.
Sebelumnya, keterbatasan akses perbankan menjadi tantangan bagi masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Untuk tarik tunai, setor uang, hingga cek saldo, warga harus mengeluarkan biaya dan waktu ekstra.
Melihat kondisi itu, Rumiatun mengambil langkah berani dengan menjadi Agen BRILink.
Berbekal pengalaman sebagai pedagang pupuk, ia memahami kebutuhan transaksi harian masyarakat yang tak hanya sebatas kebutuhan pertanian, tetapi juga layanan keuangan yang mudah dijangkau.
Kiosnya pun berkembang menjadi titik layanan perbankan di tingkat desa. Selain tetap berjualan pupuk, Rumiatun melayani tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pencairan bantuan sosial.
Salah satu layanan yang paling dirasakan manfaatnya adalah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Warga kini dapat mengecek saldo dan mencairkan bantuan langsung di desa tanpa harus ke kantor cabang bank.
“Niat saya supaya warga tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun, Rabu (4/3/2026).
Namun, di awal operasional, Rumiatun menghadapi tantangan literasi keuangan. Banyak warga belum memahami layanan BRILink, bahkan sebagian belum memiliki kartu ATM atau buku tabungan.
Tak hanya melayani transaksi, Rumiatun juga aktif mengedukasi warga tentang pentingnya menabung dan memanfaatkan layanan perbankan formal. Perlahan, kepercayaan masyarakat tumbuh dan transaksi pun meningkat.
Setelah delapan tahun berjalan, Rumiatun berkomitmen terus mengembangkan layanan BRILink sebagai tambahan usaha.
Ia menargetkan peningkatan jumlah transaksi dan perluasan jaringan pelanggan dengan pelayanan yang konsisten, jujur, dan amanah.
Secara nasional, Direktur Micro Bank Rakyat Indonesia, Akhmad Purwakajaya, menyatakan perseroan terus mendorong inklusi keuangan melalui penguatan jaringan Agen BRILink.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah Agen BRILink tercatat lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen secara tahunan (YoY).
Jaringan tersebut tersebar di 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Peran BRILink kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider. Ini menunjukkan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan,” tutur Akhmad.
