Seputar Sulteng

Berani Sehat Jangkau 217 Ribu Warga, Pemprov Sulteng Perkuat Integrasi Data BPJS

Global Sulteng
×

Berani Sehat Jangkau 217 Ribu Warga, Pemprov Sulteng Perkuat Integrasi Data BPJS

Sebarkan artikel ini
Berani Sehat Jangkau 217 Ribu Warga, Pemprov Sulteng Perkuat Integrasi Data BPJS
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui Program Berani Sehat. Hingga September 2026, sekitar 217 ribu warga telah menerima manfaat program tersebut. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui Program Berani Sehat. Hingga September 2026, sekitar 217 ribu warga telah menerima manfaat program tersebut.

Penguatan kerja sama itu dibahas dalam Forum Komunikasi dan Kemitraan Pemangku Kepentingan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 21 September 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido mengatakan integrasi layanan menjadi kunci agar masyarakat tidak terhambat persoalan administrasi saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, Program Berani Sehat memanfaatkan aplikasi SeHati yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dukcapil dan Dinas Sosial. Sistem tersebut memungkinkan petugas memverifikasi masyarakat yang belum memiliki kartu atau mengalami kendala status kepesertaan.

“Ini yang harus kita terus perkuat supaya masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak terhambat karena persoalan administrasi,” ucapnya.

Baca juga: Tim Gabungan Temukan Tiga Alat Berat Diduga Digunakan untuk Aktivitas Pertambangan Ilegal di Kabupaten Poso

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota memperbarui data kepesertaan secara berkala. Pembaruan diperlukan untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran sekaligus mencegah data ganda atau tidak relevan.

Selain memperluas kepesertaan, Pemprov Sulteng juga mengalokasikan anggaran untuk membiayai jaminan kesehatan masyarakat. Pada 2026, anggaran pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai sekitar Rp121 miliar.

Pemprov Sulteng juga membantu membiayai masyarakat kurang mampu yang belum dapat ditanggung pemerintah kabupaten dan kota. Pada 2025, dukungan pembiayaan tersebut mencapai sekitar Rp68 miliar.

Reny Lamadjido menegaskan kerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak cukup hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta. Kolaborasi tersebut harus berlanjut pada peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan.

“Yang paling penting adalah masyarakat Sulawesi Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ujarnya.