GLOBALSULTENG.COM, PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Amar mewajibkan mahasiswa baru menanam dan merawat pohon hingga selesai masa studi.
Hal itu disampaikan Prof Amar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Lapangan Untad, Jumat, 24 Juli 2026.
“Setiap mahasiswa baru diwajibkan menanam dan merawat satu pohon hingga menyelesaikan masa studinya,” kata dia.
Menurut Prof Amar, penanaman pohon itu merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
“Sebagai langkah nyata kepedulian terhadap lingkungan, Untad mencanangkan program Satu Mahasiswa Satu Pohon,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Amar menjelaskan, PKKMB menjadi langkah awal untuk membentuk karakter mahasiswa yang unggul, tangguh dan adaptif menghadapi perkembangan zaman, termasuk pada era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Kota Palu, Kantongi Identitas Pelaku
“Di era AI saat ini, integritas, kejujuran dan kepemimpinan tetap menjadi karakter utama yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tuturnya.
Rektor Prof Amar menambahkan, Untad terus mengembangkan layanan akademik berbasis digital melalui aplikasi Siga 8 Mobile untuk mendukung efektivitas perkuliahan.
“Untuk mendukung efisiensi layanan akademik, kita juga mengoptimalkan tata kelola perkuliahan berbasis digital melalui aplikasi Siga 8 Mobile,” jelasnya.
Diketahui, PKKMB itu diikuti 8.700 mahasiswa baru secara hybrid. Adapun 4.200 peserta di antaranya mengikuti secara offline dan 4.500 melalui online selama tiga hari atau dari tanggal 24, 27 dan 28 Juli 2026.
Para peserta tersebar di kampus utama Untad, PSDKU Morowali dan PSDKU Tojo Una-Una.
Mereka akan mendapatkan berbagai materi seperti, kehidupan berbangsa dan bernegara, budaya akademik, hingga wawasan ketadulakoan sebagai bekal memasuki dunia perguruan tinggi selama.












