GLOBALSULTENG.COM – Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, memperkuat kerja sama investasi, hilirisasi industri, perdagangan, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat memimpin delegasi Pemprov Sulteng dalam pertemuan dengan Deputi Gubernur Provinsi Sichuan, Zhang Dong Yun, di Chengdu, Jumat, 24 Juli 2026.
Kata Anwar Hafid, Sichuan merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung agenda hilirisasi industri dan pengembangan ekonomi Sulteng.
Menurutnya, hubungan kedua daerah telah menghasilkan kerja sama konkret, salah satunya melalui Chengdu Land Port Hub dan Sichuan Henghui yang mengimpor durian beku dari Indonesia. Kerja sama tersebut kemudian berlanjut dengan penandatanganan kontrak pembelian durian Indonesia senilai lebih dari 50 juta Yuan Renminbi (RMB).
Baca juga: PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi, Cetak Generasi Muda Penggerak Lingkungan
“Kami percaya investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Kami mengundang Pemerintah Provinsi Sichuan menjadi mitra strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur,” ujar Anwar Hafid.
Berangkat dari keberhasilan tersebut, Pemprov Sulteng menawarkan tujuh bidang kerja sama strategis kepada Pemprov Sichuan.
Kerja sama itu meliputi hilirisasi industri durian, perdagangan komoditas unggulan, pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.
Anwar Hafid juga mengundang pemerintah dan pelaku usaha Sichuan untuk menanamkan investasi di Sulteng. Ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum, dukungan kawasan industri, serta iklim investasi yang aman dan kompetitif.
Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan Pemprov Sulteng dalam memperkuat diplomasi ekonomi internasional serta mendorong masuknya investasi yang berorientasi pada hilirisasi industri, alih teknologi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia bagian timur.












