Seputar Sulteng

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Pakai Dana Pribadi, Warga Masungkang Tak Lagi Bertaruh Nyawa

Global Sulteng
×

Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Pakai Dana Pribadi, Warga Masungkang Tak Lagi Bertaruh Nyawa

Sebarkan artikel ini
Anwar Hafid Bangun Jembatan Gantung Pakai Dana Pribadi, Warga Masungkang Tak Lagi Bertaruh Nyawa
Gubernur Sulteng Anwar Hafid memutuskan membangun jembatan gantung menggunakan dana pribadinya untuk warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, BANGGAI – Gubernur Sulteng Anwar Hafid memutuskan membangun jembatan gantung menggunakan dana pribadinya untuk warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai.

Langkah itu diambil setelah warga selama bertahun-tahun harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai yang belum memiliki jembatan.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Keputusan tersebut menyusul keluhan masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Anwar Hafid memilih bertindak cepat karena menilai keselamatan masyarakat tidak dapat menunggu proses penganggaran pemerintah yang memerlukan waktu.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis mulai melakukan pengukuran di lokasi pembangunan. Tahapan tersebut menjadi dasar penyusunan spesifikasi teknis dan perencanaan konstruksi jembatan.

Koordinator pembangunan, Tri Harsono Sibay, mengatakan proses pengukuran dan perhitungan teknis diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu pekan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” kata Tri, Sabtu, 25 Juli 2026.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Ajak Pemprov Sichuan Bangun Hilirisasi dan Investasi di Sulawesi Tengah

Menurut Tri, pembangunan menggunakan dana pribadi dilakukan karena kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah masih terdampak kebijakan efisiensi.

Jika mengandalkan mekanisme anggaran pemerintah, pembangunan jembatan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.

Padahal, setiap hari warga, termasuk anak-anak sekolah, masih harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai.

Karena itu, kata dia, Anwar Hafid memilih menghadirkan solusi secepat mungkin agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Tri.

Ia juga mengajak masyarakat ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan tersebut.

“Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Masungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” katanya.

Pembangunan jembatan gantung itu diharapkan menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini dihadapi warga Desa Masungkang.

Selain memperlancar mobilitas, jembatan tersebut diharapkan mengakhiri risiko yang selama ini mengancam keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar yang setiap hari menyeberangi sungai untuk menuntut ilmu.