GLOBALSULTENG.COM, PALU – Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny Lamadjido menyebut perlunya sinergi antara pemerintah dan tokoh agama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba serta dekadensi moral.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Sidang Tahunan Sinode GPID 2026 di Jemaat GPID Sola Gratia Palu pada Senin, 13 Juli 2026.
Kata Reny Lamadjido, saat ini masa depan bangsa dihadapkan dengan dua tantangan, yakni penyalahgunaan narkoba dan merosotnya nilai-nilai moral yang menyasar generasi muda.
Kedua persoalan tersebut bisa ditangani dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, keluarga, lembaga pendidikan dan seluruh elemen masyarakat.
“Ketika moral anak-anak terancam, sekat-sekat perbedaan menjadi tidak lagi penting. Kita dipersatukan oleh satu misi besar, yaitu menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ucap Reny Lamadjido.
Baca juga: Update Gempa Buol: 75 KK Terdampak, Satu Meninggal dan Dua Luka-luka
Menurut Reny Lamadjido, narkoba merupakan ancaman serius yang merusak secara permanen fungsi otak dan mengakibatkan hilangnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas serta motivasi hidup secara permanen.
Ancaman lain terhadap generasi muda yaitu disrupsi nilai moral yang memengaruhi ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
Olehnya, Reny Lamadjido mengajak agar seluruh elemen gereja untuk memperkuat pendidikan iman, nilai-nilai moral dan ketahanan keluarga agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di era globalisasi.
Dia berharap, kemitraan yang dibangun antara gereja, pemerintah, dan berbagai lembaga dapat terus diperkuat melalui langkah-langkah nyata dalam edukasi, pendampingan serta pembinaan generasi muda.
“Perbedaan iman tidak boleh membatasi langkah kita untuk bergandengan tangan. Di hadapan kerusakan akibat narkoba dan dekadensi moral, tidak ada sekat agama. Korbannya bisa anak dari siapa saja,” ujar Wagub Sulteng Reny Lamadjido.












