GLOBALSULTENG.COM, BUOL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mencatat terdapat 75 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat gempa bumi magnitudo 5,4 pada Minggu, 12 Juli 2026 malam.
Selain itu, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Ada pula satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kabupaten Buol, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh. Kachfi Mardjuni mengatakan korban meninggal dunia merupakan pasien yang dibawa oleh keluarganya tanpa pengawalan tim medis RSUD Mokoyurli.
“Keluarganya melepas O2 karena panik dan membawa korban menggunakan motor ke Kantor Bupati tanpa pengawalan tim medis,” ucapnya saat dikonfirmasi GlobalSulteng, Senin, 13 Juli 2026.
Lebih lanjut, untuk 2 korban luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mokoyurli. Saat ini, warga yang sempat mengungsi, telah kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: Kuasa Hukum Korban Jual Beli Tanah di Kalukubula Minta Bupati Sigi Evaluasi Aparatur Desa
Kata Kachfi Mardjuni, BPBD Buol saat ini sedang melakukan assessment terkait kebutuhan warga, kerusakan bangunan maupun warga lainnya yang terdampak akibat gempa M 5,4.
Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi adanya gempa susulan.
“Situasi saat ini aman kondusif, sebagian masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing. Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan,” ujarnya.












