GLOBALSULTENG.COM, PALU – Dinas Kesehatan mencatat kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Palu mencapai sekitar 2.021 hingga Mei 2026 atau selama 25 tahun terakhir.
Kasus HIV dan AIDS di Kota Palu ini mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Mei 2025, sekitar 1.815 kasus.
Baca juga: Koperasi PP HPA dan PT Nokilalaki Trans Perkasa Kolaborasi Kembangkan Bisnis Bengkel di Kota Palu
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin, mengatakan pihaknya terus melalukan upaya pencegahan, baik melalui sosialisasi maupun penguatan hidup sehat.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mendukung upaya pencegahan HIV dan AIDS di Kota Palu.
Baca juga: Eks Direktur dan Peranan Oknum Dokter di Pusaran Polemik Jasa Pelayanan RSUD Undata
“Paling penting adalah bagaimana membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Mari kita bergerak bersama melawan HIV dan AIDS,” kata Rochmat Jasin saat kegiatan Kampanye Kemanusiaan HIV dan AIDS yang digelar di Pojok Rupiah, Lapangan Vatulemo pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menyebut pergaulan bebas menjadi salah satu pemicu terjadinya HIV-AIDS.
Baca juga: Eks Polwan di Sigi Dipolisikan Usai Aniaya Tetangganya Pakai Kayu
Dia menambahkan, pergaulan bebas dapat merusak mental maupun moral serta memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
“Kami berharap masyarakat bisa sadar bahaya HIV/AIDS. Masyarakat juga perlu memberi penguatan kepada penderitanya supaya mereka memiliki semangat hidup,” ujar Imelda.












