Seputar Sulteng

Anwar Hafid Bongkar Formasi Baru Pemprov Sulteng, 40 Pejabat Eselon II dan Fungsional Dilantik

Global Sulteng
×

Anwar Hafid Bongkar Formasi Baru Pemprov Sulteng, 40 Pejabat Eselon II dan Fungsional Dilantik

Sebarkan artikel ini
Anwar Hafid Bongkar Formasi Baru Pemprov Sulteng, 40 Pejabat Eselon II dan Fungsional Dilantik
Gubernur Anwar Hafid melantik 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) jabatan Eselon II dan tenaga fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Rumah Jabatan Siranindi II. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Gubernur Anwar Hafid melantik 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) jabatan Eselon II dan tenaga fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Rumah Jabatan Siranindi II, Senin (11/5/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan reformasi birokrasi, penguatan organisasi perangkat daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Sulteng.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Para pejabat yang menempati posisi strategis telah melalui proses uji kompetensi (job fit), sehingga diharapkan mampu bekerja cepat, adaptif, dan menghadirkan inovasi di sektor masing-masing.

Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain, Rachman Ansyari sebagai Kepala Badan Kesbangpol, I Wayan Yudana sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Irwan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa, Rusmiadi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Pengembangan Wilayah, serta Wahyu Agust Pratama sebagai Kadis Kominfosantik.

Baca juga: Terpilih Aklamasi, Anwar Hafid Kembali Memimpin Demokrat Sulteng

Selain itu, Muh Syahrul Syam dipercaya memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wahid Irawan menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Susanto Wibowo di Dinas Kehutanan, A. Haris sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Asbudianto sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dalam arahannya, Anwar Hafid meminta agar para pejabat Eselon II dan Fungsional melakukan inovasi dan kerja nyata di setiap perangkat daerah.

“Lakukan karya-karya kecil yang nyata. Itu jauh lebih baik daripada rencana besar yang tidak pernah terwujud,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari kondisi anggaran pemerintah.

“Pelayanan kepada rakyat tidak mengenal alasan. Rakyat tidak peduli defisit atau keterbatasan anggaran, yang mereka tahu adalah kebutuhan mereka harus terpenuhi dengan cepat dan tepat,” tuturnya.