Seputar Sulteng

Koalisi Jurnalis Sulteng Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kecam Tindakan Intimidasi-Tuntut Kesejahteraan

Global Sulteng
×

Koalisi Jurnalis Sulteng Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kecam Tindakan Intimidasi-Tuntut Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Koalisi Jurnalis Sulteng Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kecam Tindakan Intimidasi-Tuntut Kesejahteraan
Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar aksi damai di Tugu Nol Kilometer, Kota Palu. Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar aksi damai di Tugu Nol Kilometer, Kota Palu, Sabtu (3/5/2026).

Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyoroti rendahnya kesejahteraan pekerja media serta berbagai ancaman terhadap kebebasan pers di Sulteng.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Massa aksi membawa poster, spanduk, dan menyuarakan tuntutan agar perusahaan media, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum lebih serius menjamin hak-hak jurnalis sebagai pekerja sekaligus pilar demokrasi.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhajir, mengatakan bahwa jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga berhak memperoleh upah layak, perlindungan kerja, serta kebebasan dalam menjalankan profesi.

“Momentum May Day dan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini menjadi pengingat bahwa jurnalis adalah pekerja yang harus disejahterakan. Tanpa kesejahteraan, jurnalis rentan terhadap tekanan dan intervensi yang mengancam independensi pers,” kata Muhajir dalam orasinya.

Berdasarkan survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, mayoritas jurnalis di Sulteng masih menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), meski telah bekerja selama bertahun-tahun.

Kondisi ini mencerminkan ketimpangan serius antara beban kerja, risiko profesi, dan penghargaan ekonomi yang diterima pekerja media.

Baca juga: Musda ke-V Demokrat Sulteng, Anwar Hafid Tunggu Arahan DPP Daftar Calon Ketua

Mereka juga menyoroti masih maraknya persoalan ketenagakerjaan di industri media, seperti pemotongan upah sepihak, PHK tidak transparan, hingga pengabaian hak dasar pekerja. Termasuk PHK seluruh kontributor media online Liputan6.com di berbagai daerah, termasuk Sulteng.

Selain isu kesejahteraan, aksi damai tersebut menyoroti tekanan terhadap kebebasan pers yang masih terjadi, mulai dari intimidasi saat peliputan, intervensi redaksi, swasensor akibat tekanan ekonomi dan politik, hingga minimnya perlindungan hukum bagi jurnalis.

Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi Roemah Jurnalis Sulteng mendesak perusahaan media untuk memberikan upah layak, jaminan sosial, perlindungan kerja, menghentikan PHK sepihak, serta membangun hubungan industrial yang sehat dan transparan.

Baca juga: Konflik Warga Sulewana dan PT Poso Energy, Solidaritas Perempuan Desak Satgas PKA Buka Hasil Kajian ITB

Mereka juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan ketenagakerjaan di sektor media, menjamin keterbukaan informasi publik, serta menindak tegas pelaku intimidasi terhadap jurnalis.

“Setiap bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik adalah ancaman terhadap demokrasi. Jurnalis harus dilindungi, dihargai, dan disejahterakan,” ujar Muhajir.

Dia menambahkan, aksi damai ini menjadi seruan bersama agar momentum May Day 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia dijadikan titik balik dalam memperbaiki kondisi kerja jurnalis serta memperkuat kebebasan pers yang sehat dan bermartabat di Sulteng.

“Tanpa jurnalis yang sejahtera dan merdeka, tidak akan ada pers yang benar-benar bebas,” jelasnya.