Ekonomi

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Global Sulteng
×

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Sebarkan artikel ini
Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja kuat pada bisnis transaction banking hingga akhir Desember 2025. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja kuat pada bisnis transaction banking hingga akhir Desember 2025.

Pertumbuhan ini didorong peningkatan transaksi digital di segmen ritel, bisnis hingga ekosistem pembayaran.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi perusahaan melalui program BRIVolution Reignite, khususnya pada penguatan funding franchise.

“BRI melakukan transformasi untuk memperkuat struktur pendanaan agar lebih efisien, stabil, dan berbasis dana murah,” kata Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut dia, strategi tersebut dijalankan melalui dua langkah utama, yakni penguatan dana murah (CASA) dan peningkatan kapabilitas transaction banking. BRI juga mempercepat pertumbuhan dana murah dengan mengoptimalkan kanal digital seperti BRImo, BRILink, serta QRIS.

Aktivitas transaksi ritel di kanal digital BRI meningkat signifikan sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Nilai transaksi melalui BRImo juga melonjak 26,4 persen secara tahunan menjadi Rp7.076,9 triliun.

Untuk segmen menengah, komersial, dan korporasi, BRI memperkuat layanan transaction banking melalui platform digital Qlola.

Baca juga: BI Sulteng Musnahkan Ribuan Lembar Uang Palsu Temuan Sejak 2014 hingga 2025

Jumlah pengguna aktif Qlola per Desember 2025 tercatat 113 ribu atau meningkat 48,1 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, volume transaksi pada platform tersebut naik 36,2 persen menjadi Rp13.456 triliun.

BRI juga memperluas akseptasi pembayaran di sektor merchant. Hasilnya, volume penjualan merchant tumbuh 48,1 persen menjadi Rp223,2 triliun.

Sementara itu, transaksi melalui QRIS BRI menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai transaksi meningkat dua kali lipat atau naik 100 persen menjadi Rp85,6 triliun. Jumlah transaksi bahkan melonjak 127,5 persen hingga lebih dari 782,8 juta transaksi sepanjang 2025.

Peningkatan aktivitas transaksi digital dan ekosistem pembayaran turut memperkuat basis dana murah BRI.

Hingga akhir 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat Rp1.467 triliun atau tumbuh 7,4 persen secara tahunan. Rasio dana murah (CASA) tetap tinggi di level 70,6 persen.

Disisi lain, biaya dana (cost of fund) membaik menjadi 2,9 persen dibandingkan 3,1 persen pada akhir 2024.

Hery menegaskan BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital serta peningkatan layanan bagi merchant.

“Transformasi BRIVolution Reignite tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi masyarakat,” ujar Hery.