Ekonomi

HUT Kolaka ke-66, PT Vale Perkuat Ekonomi Rakyat dan Konservasi Lingkungan

Global Sulteng
×

HUT Kolaka ke-66, PT Vale Perkuat Ekonomi Rakyat dan Konservasi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
HUT Kolaka ke-66, PT Vale Perkuat Ekonomi Rakyat dan Konservasi Lingkungan
Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka dimanfaatkan PT Vale Indonesia Tbk untuk menandai dua capaian strategis melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka dimanfaatkan PT Vale Indonesia Tbk untuk menandai dua capaian strategis melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Kedua capaian itu diantaranya adalah revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Adapun kedua proyek tersebut menjadi simbol kolaborasi dunia usaha dan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pasar Sentral Mekongga sebagai pusat perdagangan utama di Kolaka direvitalisasi di atas lahan 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional. Proyek senilai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih berdaya.

“Bukan hanya pasar secara fisik, tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, termasuk fasilitas pengolahan sampah agar lebih bersih dan sehat,” ucapnya pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Disisi lain, Bupati Kolaka Amri menyebut revitalisasi pasar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli serta mendorong daya saing ekonomi lokal.

Baca juga: Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Merak–Bakauheni, Operasi Ketupat 2026 Siap Amankan Jutaan Pemudik

Pasar ini menjadi pusat distribusi bagi sedikitnya enam pasar tradisional di Kolaka dan berperan penting dalam pembentukan harga komoditas harian.

Realisasi investasi Kabupaten Kolaka pada 2025 tercatat sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

IGP Pomalaa sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi.

Sejak fase konstruksi, proyek ini telah menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja serta menggerakkan rantai pasok dan UMKM lokal.

Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare.

Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, mencakup tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, dan tanaman hias.

Bernardus menyatakan pusat pembibitan tersebut menjadi bagian dari komitmen reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang serta penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Setiap langkah pembangunan harus membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Bupati Kolaka mengapresiasi komitmen PT Vale yang dinilai tidak hanya berorientasi pada investasi industri, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan edukasi masyarakat.

Peresmian dua proyek tersebut menegaskan peran PT Vale sebagai mitra pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Kolaka dan Sulawesi Tenggara.