Seputar Sulteng

Gubernur Sulteng Mulai Soroti Kerusakan Jalan Nasional Buntut Aktivitas Tambang di Watusampu: Masyarakat Jadi Korban

Global Sulteng
×

Gubernur Sulteng Mulai Soroti Kerusakan Jalan Nasional Buntut Aktivitas Tambang di Watusampu: Masyarakat Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Gubernur Sulteng Mulai Soroti Kerusakan Jalan Nasional Buntut Aktivitas Tambang di Watusampu: Masyarakat Jadi Korban
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyatakan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam audiensi dengan UPT Balai Kementerian PUPR. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyatakan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam audiensi dengan UPT Balai Kementerian PUPR, Jumat (7/3/2025).

Anwar Hafid mendorong percepatan proyek strategis, termasuk irigasi, perbaikan jalan nasional, serta pembangunan waduk dan flyover khusus kendaraan tambang.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pembangunan waduk di Parigi dan Banggai untuk mengatasi masalah pengairan sekaligus mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Anwar Hafid menilai proyek ini sebagai langkah strategis yang mendesak.

Baca juga: Menpan-RB Resmi Keluarkan Surat Edaran Penundaan Pengangkatan CASN, TMT PPPK Sulteng 1 Maret 2026

“Kalau kita bikin waduk, selain membantu irigasi, juga bisa mengurangi risiko banjir, ini langkah strategis yang harus kita dorong,” ucapnya.

Anwar Hafid juga menyoroti dampak pemangkasan anggaran infrastruktur secara nasional yang berimbas pada proyek-proyek di Sulteng.

Anwar Hafid menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menghambat pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Revisi anggaran bukan berarti memotong dana pembangunan, kita harus memastikan proyek-proyek prioritas tetap berjalan,” ujarnya.

Selain itu, Anwar Hafid menyoroti kerusakan jalan nasional di beberapa wilayah, seperti Watusampu, akibat lalu lintas kendaraan berat dari industri tambang.

Ia menekankan bahwa perusahaan tambang di Watusampu harus turut bertanggungjawab dalam menjaga infrastruktur jalan.

“Kalau mereka memakai jalan nasional, harus ada kontribusi dalam peningkatan kapasitas jalan, jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” tuturnya.

Sebagai solusi, Gubernur mengusulkan pembangunan flyover khusus bagi kendaraan tambang agar tidak terus-menerus merusak jalan utama yang digunakan masyarakat.

“Kita tawarkan solusi, misalnya satu flyover besar yang bisa digunakan bersama oleh perusahaan tambang, ini lebih baik daripada jalan nasional terus-menerus rusak,” jelasnya.

Baca juga: BKD Sebut Penyerahan SK PPPK Tahap 1 di Sulteng Ditunda sampai Tahun 2026

Untuk memastikan proyek-proyek infrastruktur berjalan sesuai rencana, Anwar Hafid berencana mengadakan rapat koordinasi berkala setiap tiga hingga enam bulan. Ia juga berkomitmen mengawal usulan daerah hingga ke tingkat pusat.

“Saya akan dorong langsung ke Menteri PUPR dan Menko agar Sulteng mendapatkan porsi anggaran yang layak untuk pembangunan,” katanya.