Seputar Sulteng

Ketua AMSI Sulteng Soroti Gesekan Polisi-Pers: Minim Koordinasi Memicu Miskomunikasi

Global Sulteng
×

Ketua AMSI Sulteng Soroti Gesekan Polisi-Pers: Minim Koordinasi Memicu Miskomunikasi

Sebarkan artikel ini
Ketua AMSI Sulteng Soroti Gesekan Polisi-Pers: Minim Koordinasi Memicu Miskomunikasi
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Muhammad Iqbal mengatakan polisi dan jurnalis memiliki tujuan yang sama dalam melayani kepentingan publik, meski menjalankan fungsi berbeda. Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Muhammad Iqbal mengatakan polisi dan jurnalis memiliki tujuan yang sama dalam melayani kepentingan publik, meski menjalankan fungsi berbeda.

Hal itu disampaikan saat acara silaturahmi antara Kapolda Sulteng dengan puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi dan perusahaan media di salah satu restoran di Kota Palu, Rabu, 12 Agustus 2026 malam.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Menurut Iqbal, terkadang kepolisian membatasi informasi karena berkaitan dengan proses penyidikan. Sementara, jurnalis dituntut untuk menyajikan informasi kepada publik secara cepat dan akurat.

Perbedaan tersebut, kata Iqbal kerap memicu kesalahpahaman apabila tidak diimbangi komunikasi dan koordinasi.

“Teman-teman juga paham kadang gesekan-gesekan itu muncul karena minimnya koordinasi, minimnya transparansi,” kata dia.

Iqbal menjelaskan, kerja-kerja kepolisian dalam mengungkap kejahatan membutuhkan media agar informasi mengenai penegakan hukum dapat diketahui masyarakat, begitu pun sebaliknya.

Baca juga: Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Abdussalam Shohib Sebut Sudah Kantongi 325 Dukungan

“Kerja-kerja teman-teman kepolisian untuk mengungkap kejahatan itu hanya akan bergaung di dalam ruangannya sendiri kalau tidak di-amplifier oleh media,” ujarnya.

Menurut Ikbal, hubungan tersebut bersifat timbal balik. Media tidak dapat bekerja secara nyaman dan leluasa apabila tidak mendapat jaminan keamanan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Media juga tidak akan bisa bekerja secara nyaman, tidak akan bisa bekerja secara leluasa kalau pihak kepolisian tidak menciptakan rasa aman. Makanya kenapa jurnalis, media dan polisi harus saling bertemu,” jelasnya.

Baca juga: Terpilih Aklamasi, Muhammad Iqbal dan Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026-2030

Ikbal mendorong agar memperbanyak ruang-ruang dialog untuk membahas persoalan yang muncul di lapangan. Komunikasi terbuka dapat mencegah perbedaan persepsi antara polisi dan media.

“Kita mempunyai cita-cita yang sama. Kita harus banyak berdiskusi, bertukar pikiran, supaya ke depannya apa yang terjadi di lapangan ataupun di media bisa terus kita diskusikan,” jelasnya.

Dia berharap pertemuan tersebut menjadi momentum memperbaiki pola komunikasi antara kepolisian dan media. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan informasi publik tetap terpenuhi tanpa mengganggu proses penegakan hukum.

“Saya kira tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita saling duduk bersama. Saya berharap momentum ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya,” ujar Iqbal.